SBY resmikan monumen perjuangan pertahankan NKRI

Senin, 22 Juli 2013 - 15:30 WIB
SBY resmikan monumen...
SBY resmikan monumen perjuangan pertahankan NKRI
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meresmikan monumen perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/7/2013).

Berdasarkan siaran pers dari Pusat Penerangan (Puspen) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), keberadaan monumen perjuangan mempertahankan NKRI ini bertujuan sebagai media informasi yang benar tentang perjuangan TNI dalam rangka memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

Keberadaan monumen ini diharapkan sebagai sarana pelestarian dan pewarisan jiwa patriotisme prajurit kepada generasi muda, sebagai bekal guna menghadapi tantangan ke depan.

Monumen perjuangan mempertahankan NKRI merupakan salah satu monumen dalam jajaran Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI) yang menyajikan visualisasi berbagai kisah pengabdian TNI terutama dibidang militer kepada NKRI.

Monumen ini dibangun diatas tanah seluas 6000 meter persegi dengan luas bangunan 4680 meter persegi, terletak di kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Bangunan monumen ini terdiri dari dua bagian, yakni Foot Step Monumen Sudirman dan Dinding Relief.

Foot step monumen Sudirman yang berada di tengah-tengah monumen perjuangan mempertahankan NKRI merupakan gambaran perjuangan Panglima Besar Sudirman, dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI dari ancaman negara luar atau penjajah yang divisualisasikan dalam bentuk relief yang berjumlah tujuh relief.

Gambaran cerita tentang perjuangan Panglima Besar Sudirman ini dimulai saat pertama kalinya Panglima besar Sudirman menyatakan untuk bergerilya dan berjuang bersama-sama anak buahnya melawan agresi Belanda sampai akhirnya harus menutup mata untuk selama-lamanya.

Sedangkan dinding relief yang berbentuk setengah lingkaran dan berjumlah 21 relief merupakan cerita atau gambaran perjuangan Bangsa Indonesia dari mulai Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Sehingga perjuangan bersenjata TNI dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dari ancaman baik yang datang dari dalam negeri maupun yang yang datang dari luar negeri, sampai akhirnya kemerdekaan RI itu diakui oleh dunia Internasional.
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved