FPI desak SBY urus kenaikan harga sembako
Senin, 22 Juli 2013 - 09:48 WIB
FPI desak SBY urus kenaikan harga sembako
A
A
A
Sindonews.com - Front Pembela Islam (FPI) menanggapi ketus kecaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kerusuhan di Kendal, Jawa Tengah.
FPI menilai Presiden SBY seharusnya lebih peka terhadap nasib rakyat terkait kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ketua FPI Depok Habib Idrus Algadri mengatakan pernyataan Presiden SBY yang menilai FPI mencederai umat islam terlalu berlebihan. Idrus mengatakan Presiden SBY justru membuat rakyat semakin susah dengan kenaikan harga bahan pokok.
"Berapa juta rakyat yang jadi korban kebijakannya akibat BBM naik, jadi pembela rakyatlah, SBY enggak usah lebay," tukasnya di Depok, Senin (22/07/2013).
Idrus menambahkan berapa banyak rakyat sengsara di bulan Ramadan saat ini ditambah beban biaya yang meroket dan persiapan anak masuk tahun ajaran baru.
"Lihat berapa juta rakyat menjadi sengsara akibat kenaikan BBM, yang berdampak harga sembako naik meroket, belum lagi orang tua yang akan memasukan anaknya ke sekolah, banyak rakyat sudah jatuh ketiban tangga lagi," tegasnya.
FPI, kata Idrus, mengaku tak takut dicap sebagai ormas pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), sebab HAM merupakan produk Amerika Serikat.
"HAM itu produknya Amerika, logikanya sedikit para pelaku kemaksiatan tapi dampaknya merugikan masyarakat banyak," paparnya.
FPI menilai Presiden SBY seharusnya lebih peka terhadap nasib rakyat terkait kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ketua FPI Depok Habib Idrus Algadri mengatakan pernyataan Presiden SBY yang menilai FPI mencederai umat islam terlalu berlebihan. Idrus mengatakan Presiden SBY justru membuat rakyat semakin susah dengan kenaikan harga bahan pokok.
"Berapa juta rakyat yang jadi korban kebijakannya akibat BBM naik, jadi pembela rakyatlah, SBY enggak usah lebay," tukasnya di Depok, Senin (22/07/2013).
Idrus menambahkan berapa banyak rakyat sengsara di bulan Ramadan saat ini ditambah beban biaya yang meroket dan persiapan anak masuk tahun ajaran baru.
"Lihat berapa juta rakyat menjadi sengsara akibat kenaikan BBM, yang berdampak harga sembako naik meroket, belum lagi orang tua yang akan memasukan anaknya ke sekolah, banyak rakyat sudah jatuh ketiban tangga lagi," tegasnya.
FPI, kata Idrus, mengaku tak takut dicap sebagai ormas pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM), sebab HAM merupakan produk Amerika Serikat.
"HAM itu produknya Amerika, logikanya sedikit para pelaku kemaksiatan tapi dampaknya merugikan masyarakat banyak," paparnya.
(lal)