Guru dituntut bisa deteksi dini anak berkebutuhan khusus

Minggu, 21 Juli 2013 - 20:01 WIB
Guru dituntut bisa deteksi...
Guru dituntut bisa deteksi dini anak berkebutuhan khusus
A A A
Sindonews.com - Tidak hanya orang tua, para guru di sekolah juga dituntut bisa melakukan deteksi dini terhadap anak berkebutuhan khusus. Hal ini dimaksudkan, agar cepat dilakukan diagnosa dan penanganan untuk pengobatan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengatakan, selain pengatahuan pendidikan terkait penditeksian dini, hal ini juga harus dilakukan kepada guru di sekolah regional dan guru di paud dalam melihat kemungkinan di awal gejala pada anak berkebutuhan khusus.

Selain itu, peningkatan kualitas Bina Keluarga Balita (BKB) untuk dapat dilatih dan menyentuh banyak keluarga diseluruh Indonesia.

"Dokter ahli anak kan terbatas, psikolog juga terbatas. Maka akan dilakukan kerjasama dibawah koordinasi mereka asisten terapis bisa menjadi jaringan pada anak sehingga cepat ditemukan," ujarnya saat ditemui di kantor BKKBN di Jakarta, Minggu (21/7/2013).

Selain faktor pendidikan, lanjut dia, pola asuh yang dilakukan selama ini juga tidak tepat. Dasar utama seperti pengetahuan dan jaringan yang kurang diterima oleh para orangtua menjadikan kendala yang dihadapi saat ini.

Gejala yang biasa ditampilkan pada anak berkebutuhan khusus seperti ketidakpatuhan dalam norma dan tidak disiplin membuat mereka mendapatkan hukuman yang dirasakan oleh anak normal lainya, sehingga terjadi diskriminasi pada anak.

"Ini akibat pola asuh orang tua yang salah diterapkan dan ketidak mampuanya menditeksi secara dini," ujarnya.

Untuk itu diharapkan, dalam usia 1000 hari pertama melalui bina keluarga berencana (KB), para orangtua diharapkan mempunyai target yang jelas dalam mengasuh anak-anaknya.

"Dengan studi yang didapat selama ini, para orang tua yang muda melahirkan tidak mempunyai kesiapan khususnya dalam pola asuh anak dan hal ini cendrung anak berkebutuhan khusus prevalensinya naik," jelasnya.

Selain itu, melahirkan dalam usia tua dinilai terlalu beresiko tinggi. Terlalu muda menikah atau terlalu berdekatan jarak anak juga membuat pertumbuhan sel-sel pada bayi menjadi tidak matang, sehingga kemungkinan terjadi kecatatan sangatlah besar.
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved