Konvensi ajang legitimasi kemunculan Pramono Edhie

Kamis, 18 Juli 2013 - 09:33 WIB
Konvensi ajang legitimasi...
Konvensi ajang legitimasi kemunculan Pramono Edhie
A A A
Sindonews.com - Tokoh dari luar Partai Demokrat diprediksi akan mendominasi konvensi penjaringan Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat. Lembaga Survei Nasional (LSN) melalui survei terbarunya menyebutkan, tokoh di luar partai seperti Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Mahfud MD akan ke luar menjadi pemenang di konvensi.

Pengamat Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Nico Harjanto mengatakan, kemungkinan menangnya tokoh dari luar Partai Demokrat sangat terbuka lebar. Selain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Demokrat dinilai tak memiliki figur lain yang cukup kuat.

"Demokrat sedang krisis kepemimpinan dan figur. Konvensi sangat mungkin membuka peluang tokoh eksternal untuk menjadi Capres Demokrat," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (18/7/2013).

Namun, dengan keikutsertaan Pramono Edhie Wibowo di konvensi, secara otomatis akan menutup peluang tokoh dari luar Partai Demokrat.

"Mungkin konvensi bisa sekadar mekanisme untuk melegitimasi kemunculannya. Karena sebagai kader baru dan pengurus baru, Pramono Edhie belum punya kontribusi terhadap Demokrat. Popularitas dan elektabilitasnya masih rendah."

"Dengan konvensi tentu diharapkan Pramono akan ada panggung untuk membandingkan dia dengan tokoh-tokoh lain," sambung Nico

Ia memperkirakan, Pramono memang sengaja disiapkan oleh untuk konvensi mewakili internal Partai Demokrat, meski popularitas dan elektabilitasnya masih jauh lebih rendah dibanding tokoh eksternal seperti Mahfud MD dan Jusuf Kalla.

"Tapi konvensi bisa jadi panggung politik yang bagus untuk Pramono supaya lebih dikenal rakyat," tandasnya.

Akan tetapi, ia memandang, dalam waktu yang sesingkat ini cukup sulit untuk "menjual" Pramono. Sehingga, mengusung mantan KSAD itu akan menjadi pertaruhan politik yang besar bagi Partai Demokrat.

"Sepertinya enggak cukup. Karena Pramono engga punya panggung pembuktian riil mengenai kemampuan memimpin negara. Kalau dia sekarang sudah jadi ketua umum Demokrat mungkin bisa lebih cepat menjualnya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Indonesia Sabet Dua...
Indonesia Sabet Dua Gelar Juara di Ajang Swiss Open 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved