Perbaiki pelayanan, PAN desak DJBC rombak kepemimpinan

Rabu, 10 Juli 2013 - 09:57 WIB
Perbaiki pelayanan,...
Perbaiki pelayanan, PAN desak DJBC rombak kepemimpinan
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Dradjad Wibowo mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan penyegaran di jajaran pimpinannya.

"Sudah waktunya ada penyegaran di tubuh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Berikan kesempatan bagi yang muda-muda," kata Dradjad Wibowo melalui rilis yang disampaikan kepada Sindonews.com, Rabu (10/7/2013).

Kendati demikian, politikus PAN ini mengakui jika DJBC memberikan pemasukan kepada negara. Namun, perlu adanya terobosan dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efesien.

"Dengan adanya perubahan kepemimpinan, maka Direktorat Jenderal Bea Cukai mampu memberikan pelayanan yang maksimal lagi," katanya.

Dia mengaku, sisi pemasukan negara bukanlah satu-satunya target yang harus direalisasikan oleh DJBC, tetapi juga di sektor pelayanan yang sama pentingnya.

"Persoalannya sektor pelayanan publik ini sangat penting. masa orang pulang dari luar negeri harus mengantri panjang melaporkan sebatang coklat yang dibawanya. Ini contoh paling sederhana, yang tidak pernah berubah dan terus-menerus terjadi. Birokrasi dibuat panjang dan tak berguna," jelas Dradjat.

Dia menginstruksikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Mahendra Siregar dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono untuk melakukan kordinasi. "Sehingga pelayanan publik bisa lebih maksimal lagi," ungkapnya.

Di lokasi yang sama Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri menginstruksikan Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok, untuk memberikan pelayanan pemeriksaan barang sampai pukul 23.00 WIB setiap hari kerja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono menegaskan tak ada lagi pungutan langsung yang dilakukan oknum petugas di pelabuhan. Agung mengatakan Bea Cukai tak lagi memungut tarif atas jasa dokumen kepabeanan.

"Dulu memang ada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bea cukai. Namun, atas usulan pengguna, jasa itu sudah dihapus. Kami hanya pungut bea masuk dan pajak impor. Itu pun bayarnya tidak lewat Bea Cukai," kata Agung.
(stb)
Berita Terkait
Persepsi Publik Terhadap...
Persepsi Publik Terhadap Pelayanan Publik
New Normal, Bandara...
New Normal, Bandara Sepinggan Siapkan Layanan CS Online
2 Inovasi Pemkab Barru...
2 Inovasi Pemkab Barru Akan Bersaing di KIPP Tingkat Nasional
Dukung Bisnis dan Layanan...
Dukung Bisnis dan Layanan Publik, Terralogiq Hadirkan Geocoding Hiperlokal
MPP Kabupaten Gowa Akan...
MPP Kabupaten Gowa Akan Berdiri di Jalan HOS Cokroaminoto
Keren, Kabupaten Bandung...
Keren, Kabupaten Bandung Kini Miliki Mal Pelayanan Publik Terintegrasi
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Alasan Sekutu Desak...
Alasan Sekutu Desak NATO Tunjukkan Kekuatan pada Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved