KPK belum simpulkan besaran korupsi Anas
Senin, 08 Juli 2013 - 11:16 WIB
KPK belum simpulkan besaran korupsi Anas
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan aliran dana dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mengalir untuk pendanaan kongres Partai Demokrat tahun 2010 khususnya untuk pemenangan Anas Urbaningrum.
"Ya betul (masih didalami), semua informasi kan ada temuan-temuan awal dari pemeriksaan pedahuluan, itu kita klarifikasi lalu simpulkan, kita coba temukan informasi itu," kata Ketua KPK Abraham Samad, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).
"Tidak bisa disimpulkan, ada dugaan, maka kita perlu periksa intensif untuk dapatkan fakta dan bukti konkret ada dugaan itu," sambungnya.
Kata dia, pendalaman ini penting dilakukan untuk mengetahui kejelasan dugaan tersebut.
"Tidak boleh disimpulkan ada, tetapi diduga. Karena itu kita buat penelusuran-penelusuran intensif. Masih didalami terus, supaya kita mendapatkan kesimpulan yang komprehensif," terangnya.
Pria asal Makassar ini belum mau membeberkan berapa besaran dana dan BUMN yang dimaksud, ini tak lain karena mereka masih mendalami dugaan itu.
"Karena kita tidak ingin menutup mata terhadap informasi-informasi yang masuk dan fakta-fakta awal, kita dalami terus agar kasus Hambalang ini bisa terbongkar secara utuh, tidak parsial, dan tidak menyisakan problem," terangnya.
"Ya betul (masih didalami), semua informasi kan ada temuan-temuan awal dari pemeriksaan pedahuluan, itu kita klarifikasi lalu simpulkan, kita coba temukan informasi itu," kata Ketua KPK Abraham Samad, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).
"Tidak bisa disimpulkan, ada dugaan, maka kita perlu periksa intensif untuk dapatkan fakta dan bukti konkret ada dugaan itu," sambungnya.
Kata dia, pendalaman ini penting dilakukan untuk mengetahui kejelasan dugaan tersebut.
"Tidak boleh disimpulkan ada, tetapi diduga. Karena itu kita buat penelusuran-penelusuran intensif. Masih didalami terus, supaya kita mendapatkan kesimpulan yang komprehensif," terangnya.
Pria asal Makassar ini belum mau membeberkan berapa besaran dana dan BUMN yang dimaksud, ini tak lain karena mereka masih mendalami dugaan itu.
"Karena kita tidak ingin menutup mata terhadap informasi-informasi yang masuk dan fakta-fakta awal, kita dalami terus agar kasus Hambalang ini bisa terbongkar secara utuh, tidak parsial, dan tidak menyisakan problem," terangnya.
(lal)