BPK klaim akan punya kejutan soal Hambalang
Rabu, 03 Juli 2013 - 14:53 WIB
BPK klaim akan punya kejutan soal Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Purnomo menjanjikan, jika dalam waktu dekat akan memberikan kejutan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Iya (setengah bulan) doain secepatnya," kata Hadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2013).
Namun Ia enggan mengungkapkan kejutan apa yang akan disampaikan kepada publik berdasarkan temuan mereka atas kasus senilai Rp2,5 triliun itu. "Dan lain-lain (kejutannya), saya kira tunggu lah ada hal-hal yang belum teman-teman (ketahui)," janjinya.
Sebelumnya, BPK hingga kini masih menunggu hasil penghitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), untuk menghitung besaran kontruksi pembangunan sarana dan pra sarana olahraga Hambalang.
"Untuk kasus kontruksi Hambalang BPK telah aktif minta ke Menteri PU (Joko Kirmanto) sampai sekarang laporan itu belum selesai, kami tanggal 7 Februari minta Menteri PU untuk konstruksi bangunan, sampai sekarang belum selesai," jelas Hadi di Kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2013.
Hal lain yang masih mereka tunggu adalah dokumen yang belum disampaikan para pihak terkait proyek senilai Rp 2,4 triliun itu. "Kedua, ada dokumen yang belum disampaikan para pihak," terangnya.
"Iya (setengah bulan) doain secepatnya," kata Hadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2013).
Namun Ia enggan mengungkapkan kejutan apa yang akan disampaikan kepada publik berdasarkan temuan mereka atas kasus senilai Rp2,5 triliun itu. "Dan lain-lain (kejutannya), saya kira tunggu lah ada hal-hal yang belum teman-teman (ketahui)," janjinya.
Sebelumnya, BPK hingga kini masih menunggu hasil penghitungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), untuk menghitung besaran kontruksi pembangunan sarana dan pra sarana olahraga Hambalang.
"Untuk kasus kontruksi Hambalang BPK telah aktif minta ke Menteri PU (Joko Kirmanto) sampai sekarang laporan itu belum selesai, kami tanggal 7 Februari minta Menteri PU untuk konstruksi bangunan, sampai sekarang belum selesai," jelas Hadi di Kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2013.
Hal lain yang masih mereka tunggu adalah dokumen yang belum disampaikan para pihak terkait proyek senilai Rp 2,4 triliun itu. "Kedua, ada dokumen yang belum disampaikan para pihak," terangnya.
(maf)