Istana bantah Mensesneg & Seskab dekat dengan YS
Selasa, 02 Juli 2013 - 22:38 WIB
Istana bantah Mensesneg & Seskab dekat dengan YS
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi memiliki kedekatan dengan Yudi Setiawan (YS).
Diketahui, Yudi merupakan saksi yang memberatkan tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi, Lutfhi Hasan Ishaaq (LHI).
"Terlalu teknis. Tak pernah dengar. Tapi kami bantah secara institusi, tidak ada kaitan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Presiden juga hormati KPK dengan segala kewenangannya sesuai undang-undang, untuk lakukan apapun proses hukum seseorang, bila mana pantas sah secara hukum," kata Julian Aldrin Pasha, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).
Seperti diketahui, belum lama ini Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding, Yudi Setiawan, saksi yang memberatkan LHI, kerap menggunakan mobil dinas pejabat, dengan nomor polisi B 94 RFS.
Selain itu, kata Fahri, Yudi kerap mengaku memiliki relasi pejabat setingkat menteri, di Istana Presiden. "Yudi ini agen yang bertugas mengatur pertemuan, ada transaksi riil antara LHI dan YS. Kecuali sama AF (Ahmad Fathonah). YS sebetulnya, nama yang sering dibawa dia nama SS (Sudi Silalahi) dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI, salam dari SS. Dia sudah punya hubungan yang kuat dengan satu kelompok yang sedang bermasalah juga," kata Fahri.
Menurut Fahri, kalau di dalami betul-betul yang bersangkutan, Yudi Setiawan akan ada satu terungkap nanti di persidangan. "Karena Yudi sebetulnya sering bawa nama-nama Sudi Silalahi (Mensesneg) dan Dipo Alam (Seskab)," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 1 Juli 2013.
Diketahui, Yudi merupakan saksi yang memberatkan tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi, Lutfhi Hasan Ishaaq (LHI).
"Terlalu teknis. Tak pernah dengar. Tapi kami bantah secara institusi, tidak ada kaitan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Presiden juga hormati KPK dengan segala kewenangannya sesuai undang-undang, untuk lakukan apapun proses hukum seseorang, bila mana pantas sah secara hukum," kata Julian Aldrin Pasha, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2013).
Seperti diketahui, belum lama ini Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding, Yudi Setiawan, saksi yang memberatkan LHI, kerap menggunakan mobil dinas pejabat, dengan nomor polisi B 94 RFS.
Selain itu, kata Fahri, Yudi kerap mengaku memiliki relasi pejabat setingkat menteri, di Istana Presiden. "Yudi ini agen yang bertugas mengatur pertemuan, ada transaksi riil antara LHI dan YS. Kecuali sama AF (Ahmad Fathonah). YS sebetulnya, nama yang sering dibawa dia nama SS (Sudi Silalahi) dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI, salam dari SS. Dia sudah punya hubungan yang kuat dengan satu kelompok yang sedang bermasalah juga," kata Fahri.
Menurut Fahri, kalau di dalami betul-betul yang bersangkutan, Yudi Setiawan akan ada satu terungkap nanti di persidangan. "Karena Yudi sebetulnya sering bawa nama-nama Sudi Silalahi (Mensesneg) dan Dipo Alam (Seskab)," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 1 Juli 2013.
(maf)