Marzuki: Yang sudah pergi haji, enggak usah lagi
Jum'at, 28 Juni 2013 - 17:02 WIB
Marzuki: Yang sudah pergi haji, enggak usah lagi
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat diminta untuk bisa memahami kebijakan pengurangan kuota haji. Pengurangan kuota ini disebabkan Pemerintah Arab Saudi sedang merenovasi Masjidil Haram.
"Kita harus tahu situasi di Mekah, Minah, Arafah dan Madinah. Kita boleh saja minta banyak, tetapi sampai sana kalau enggak ada tempat bagaimana. Harus paham lah. Enggak mungkin kami izinkan orang berangkat jika bakal celaka," kata Ketua DPR RI Marzuki Alie di ruang kerjanya Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Politikus asal Demokrat ini menyarankan agar masyarakat yang sudah menunaikan ibadah haji, untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang belum beribadah. Sehingga pengurangan kuota ini tepat sasaran.
"Nabi (berhaji) hanya cuma sekali kok. Kita mau tiap tahun naik haji. Itu namanya mengambil hak orang," pintanya.
Ia pun tak sejalan jika kebijakan pemerintah yang justru mengutamakan calon jamaah haji yang telah berusia 75 tahun ke atas, untuk tetap berangkat ke tanah suci.
"Dalam situasi begini, yang 75 ke atas enggak perlu berangkat dahulu karena berbahaya. Ini untuk kemanusiaan," harapnya.
"Kita harus tahu situasi di Mekah, Minah, Arafah dan Madinah. Kita boleh saja minta banyak, tetapi sampai sana kalau enggak ada tempat bagaimana. Harus paham lah. Enggak mungkin kami izinkan orang berangkat jika bakal celaka," kata Ketua DPR RI Marzuki Alie di ruang kerjanya Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (28/6/2013).
Politikus asal Demokrat ini menyarankan agar masyarakat yang sudah menunaikan ibadah haji, untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang belum beribadah. Sehingga pengurangan kuota ini tepat sasaran.
"Nabi (berhaji) hanya cuma sekali kok. Kita mau tiap tahun naik haji. Itu namanya mengambil hak orang," pintanya.
Ia pun tak sejalan jika kebijakan pemerintah yang justru mengutamakan calon jamaah haji yang telah berusia 75 tahun ke atas, untuk tetap berangkat ke tanah suci.
"Dalam situasi begini, yang 75 ke atas enggak perlu berangkat dahulu karena berbahaya. Ini untuk kemanusiaan," harapnya.
(stb)