Penyaluran BLSM rawan terjadi penyimpangan

Rabu, 26 Juni 2013 - 04:24 WIB
Penyaluran BLSM rawan...
Penyaluran BLSM rawan terjadi penyimpangan
A A A
Sindonews.com - Pengamat sosiologi Universitas Gajah Mada (UGM) Ari Sujidto mengatakan, permasalahan klasik yang terus dilakukan pemerintah adalah akurasi data. Saat ini data yang diberlakukan adalah data yang tidak update, sehingga penyimpangan akan terus terjadi.

Menurutnya, selain permasalahan data, tidak disiplinya tim pendistribusian. Pengolahan data yang tidak disiplin mengakibatkan, penyerahan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) tidak tepat sasaran.

"Yang memegang uang untuk anggaran BLSM sangat rawan distorsi. Sehingga data saat ini adalah data yang buruk," kata Ari saat dihubungi wartawan, Selasa (25/6/2013).

Menurutnya, pemerintah tidak mempunyai inisiatif untuk memperbaiki sistem yang ada. Tentunya, dibutuhkan ekstra lebih dalam segi pengawasan yang dilakukan semua pihak untuk meningkatakan kepeduliannya.

Ari melanjutkan, untuk jangka menengah maka data tersebut harus diperbaiki secepat mungkin. Jika tidak dilakukan maka buntut masalah akan semakin larut. "Jumlah orang miskin akan semakin bertambah, karena mereka yang seharusnya dapat menjadi salah sasaran karena akses tidak tertuju, data tidak benar, pembagian tidak jelas. Itu kuncinya," papar dia.

Lanjut dia, pembenaran data adalah pekerjaan wajib, karena data tersebut tidak sulit dilakukan dengan melibatkan pihak mulai dari bawah dan perbaikan sistem. Kecenderungan untuk mengevaluasi dan pembenahan data memang belum terlihat dilakukan pemerintah.

Melihat beberapa kali sistem seperti BLSM dilakukan seharusnya menjadi koreksi untuk pemerintah meningkatkan kualitas data. "Akibatnya akan fatal, yang miskin akan bertambah, dan ini akan membuat beban baru pemerintah ditambah kenaikan bahan pokok, Rp150 ribu bukan menjadi solusi," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Penggunaan BBM Bersubsidi...
Penggunaan BBM Bersubsidi Harus Fokus ke Masyarakat Menengah ke Bawah
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved