Kontroversi pasal Lapindo, wujud tidak transparannya DPR

Jum'at, 21 Juni 2013 - 08:03 WIB
Kontroversi pasal Lapindo,...
Kontroversi pasal Lapindo, wujud tidak transparannya DPR
A A A
Sindonews.com - Munculnya kuota anggaran Rp155 miliar dalam Pasal 1 ayat 9 Undang-Undang APBNP 2013 untuk pengalokasian dana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terus menuai diprotes.

Pengamat politik dari Maarif Institute, Fajar Rizal Ul Haq menilai, munculnya alokasi dana untuk BPLS tersebut, merupakan wujud tidak transparannya DPR RI dalam membahas setiap poin anggaran.

"Jelas, tiba-tiba setelah ketok palu persetujuan APBNP 2013, muncul Pasal 1 ayat 9 tentang Lapindo, ini terlihat tidak transparannya dalam membahas APBNP ini," kata Rizal, saat dihubungi Sindonews, Jumat (21/6/2013).

Menurutnya, selain tidak transparannya, bisa jadi anggota DPR dalam membahas APBNP ini tdak paham dan hanya fokus pada anggaran kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yang menjadi pembahasan panas saat itu.

"Atau bisa jadi tidak pahamnya anggota DPR dalam membahas setiap pasal di dalam APBNP ini, sehingga ada anggapan yang mengatakan bahwa DPR kecolongan dengan adanya Pasal 1 ayat 9 ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri mengatakan, angka Rp155 miliar tersebut sudah turun dibandingkan waktu APBN 2013. Dia menjelaskan, pemberian dana tersebut memang sudah dianggarkan untuk daerah yang terkena lumpur Lapindo.

"Angkanya dibandingkan APBN malah turun lebih kecil. Saya harus cek itu, tapi pastinya angkanya jauh lebih turun dan itu sudah selalu ada, bukan saja di daerah yang terkena dampak, tapi juga di daerah sekitarnya akan diberikan bantuan dampak penanggulangan lumpur Lapindo," ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 Juni 2013.

Dia menyebutkan, dulu anggarannya memang ada di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), tetapi sekarang masuk dalam BPLS, "Dulu itu di bawah Kementerian PU dan itu dananya selalu ada dari dulu," tambahnya.
(maf)
Berita Terkait
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo Gemparkan Warga Demak
Pantang Menyerah, Sri...
Pantang Menyerah, Sri Mulyani Terus Tagih Utang Lapindo
15 Tahun Lumpur Lapindo,...
15 Tahun Lumpur Lapindo, 234 Berkas Ganti Rugi Senilai Rp100 Miliar Tak Kunjung Tuntas
Semburan Lumpur Mirip...
Semburan Lumpur Mirip Lapindo di Perbatasan NTT-Timor Leste Viral di Medsos, Warga Panik
Utang Lapindo Terus...
Utang Lapindo Terus Menggunung, Pemerintah Didesak untuk Menagihnya
Pantang Menyerah, Kemenkeu...
Pantang Menyerah, Kemenkeu Kejar Terus Utang Lapindo
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved