Kalapas: Nazaruddin sakit hingga sulit berjalan
Kamis, 20 Juni 2013 - 20:36 WIB
Kalapas: Nazaruddin sakit hingga sulit berjalan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Giri Purbadi, menyebut koruptor Wisma Atlet M Nazaruddin tengah dalam kondisi sakit.
Sejak dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Lapas Sukamiskin, kondisinya tidak banyak berubah. "Dari awal pindah ke sini memang sudah sakit, dia berjalan saja sulit," kata Giri di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2013).
Jika berjalan, langkah Nazaruddin sangat pelan. Satu tangannya bahkan harus memegangi perut, satu tangan lagi memegang paha bagian belakang.
"Katanya dia pernah stroke, tapi persisnya secara medis sakit apa, saya juga kurang tahu," ungkapnya.
Disinggung penanganan Nazaruddin selama di Lapas Sukamiskin, Giri menyebut dia mengonsumsi obat-obatan yang pernah dibawa keluarganya. Hingga kini obat itu masih ada, tapi sesekali Nazaruddin juga diperiksa di poliklinik dan diberikan obat-obatan seadanya.
Sebab, kata Giri, Nazaruddin tidak pernah meminta dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara medis. "Dia tidak pernah minta keluar (dibawa ke rumah sakit)," tuturnya.
Soal aktivitas Nazaruddin di Lapas Sukamiskin, Giri menyebut dia tidak pernah berolahraga. Sebab kondisi fisiknya tidak memungkinkan. "Tapi dia cukup berbaur dengan narapidana lain," ucapnya.
Nazaruddin sendiri menurutnya cukup senang ditempatkan di Sukamiskin, sebab memiliki fasilitas kamar sendiri. Itu berbeda dengan saat dia ditahan di Lapas Cipinang karena ditempatkan bersama narapidana lain dalam satu sel.
"Di kamar (tahanan) dia sering baca buku. Bukunya banyak, salah satunya soal filsafat," tandas Giri.
Sejak dipindahkan dari Lapas Cipinang ke Lapas Sukamiskin, kondisinya tidak banyak berubah. "Dari awal pindah ke sini memang sudah sakit, dia berjalan saja sulit," kata Giri di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/6/2013).
Jika berjalan, langkah Nazaruddin sangat pelan. Satu tangannya bahkan harus memegangi perut, satu tangan lagi memegang paha bagian belakang.
"Katanya dia pernah stroke, tapi persisnya secara medis sakit apa, saya juga kurang tahu," ungkapnya.
Disinggung penanganan Nazaruddin selama di Lapas Sukamiskin, Giri menyebut dia mengonsumsi obat-obatan yang pernah dibawa keluarganya. Hingga kini obat itu masih ada, tapi sesekali Nazaruddin juga diperiksa di poliklinik dan diberikan obat-obatan seadanya.
Sebab, kata Giri, Nazaruddin tidak pernah meminta dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara medis. "Dia tidak pernah minta keluar (dibawa ke rumah sakit)," tuturnya.
Soal aktivitas Nazaruddin di Lapas Sukamiskin, Giri menyebut dia tidak pernah berolahraga. Sebab kondisi fisiknya tidak memungkinkan. "Tapi dia cukup berbaur dengan narapidana lain," ucapnya.
Nazaruddin sendiri menurutnya cukup senang ditempatkan di Sukamiskin, sebab memiliki fasilitas kamar sendiri. Itu berbeda dengan saat dia ditahan di Lapas Cipinang karena ditempatkan bersama narapidana lain dalam satu sel.
"Di kamar (tahanan) dia sering baca buku. Bukunya banyak, salah satunya soal filsafat," tandas Giri.
(lal)