Sibuk urus partai, SBY lamban lobi kuota haji
Kamis, 20 Juni 2013 - 17:09 WIB
Sibuk urus partai, SBY lamban lobi kuota haji
A
A
A
Sindonews.com - Akibat adanya renovasi Masjidil Haram, kuota calon jamaah haji Indonesia terpaksa dipangkas. Kondisi itu disayangkan anggota Komisi VIII DPR RI, Noura Dian Hartarony
Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lamban dalam melakukan lobi dengan Pemerintahan Arab Saudi sehingga hal itu tak dapat dihindari.
"SBY perlu lobi langsung, jangan hanya sibuk dengan urusan partai," kata Noura di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Dengan sikap pemerintah Arab Saudi yang tegas, dirinya pun pesimis pemerintah mampu menyelesaikan masalah tersebut.
"Memang di sana sendiri terbentur dengan peraturan-peraturan di sana. Saya berharap Kemenag berhasil, tapi saya tak yakin dan tak menjamin karena kakunya di sana," terangnya.
Kalaupun pemangkasan kuota haji tak dapat dihindari, Noura pun menyarankan agar calon haji yang sakit dapat diutamakan.
"Oleh karena itu, jika lobinya gagal maka menurut saya yang harus diutamakan yang sakit dulu. Karena itu hak asasi, bukan resiko. Maka kita ikhlaskan yang sakit bisa naik haji, yang sehat harus mengalah," tuntasnya.
Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lamban dalam melakukan lobi dengan Pemerintahan Arab Saudi sehingga hal itu tak dapat dihindari.
"SBY perlu lobi langsung, jangan hanya sibuk dengan urusan partai," kata Noura di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).
Dengan sikap pemerintah Arab Saudi yang tegas, dirinya pun pesimis pemerintah mampu menyelesaikan masalah tersebut.
"Memang di sana sendiri terbentur dengan peraturan-peraturan di sana. Saya berharap Kemenag berhasil, tapi saya tak yakin dan tak menjamin karena kakunya di sana," terangnya.
Kalaupun pemangkasan kuota haji tak dapat dihindari, Noura pun menyarankan agar calon haji yang sakit dapat diutamakan.
"Oleh karena itu, jika lobinya gagal maka menurut saya yang harus diutamakan yang sakit dulu. Karena itu hak asasi, bukan resiko. Maka kita ikhlaskan yang sakit bisa naik haji, yang sehat harus mengalah," tuntasnya.
(lns)