Pemerintah ngotot naikkan harga BBM, PDIP beri syarat
Senin, 17 Juni 2013 - 17:22 WIB
Pemerintah ngotot naikkan harga BBM, PDIP beri syarat
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Maruarar Sirait menegaskan, PDIP akan mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dukungan tersebut diberikan terkait rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun kenaikan itu bisa dilakukan asalkan Presiden SBY bisa menarik pendapatan negara yang ditawarkan oleh PDIP.
"PDIP akan mendukung Presiden SBY, kalau mendukung program yang ditawarkan oleh kami (PDIP)," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/5/2013).
Dia menyarankan alternatif-alternatif penghematan seperti penerapan cukai rokok dan pemotongan anggaran dinas, termasuk anggota DPR sendiri. "Mari kita bertekad mengurangi perjalanan dinas sebesar 50 persen, itu bisa dapat Rp10 triliun. Cukai rokok, ada satu merek rokok yang memproduksi Rp20 miliar batang per tahun. Kalau cukai rokok dinaikkan Rp100 kita bisa dapat Rp2 triliun," katanya.
Dia juga menyebut penerapan bea keluar batubara juga harus dilakukan menyusul penetapan IUP royalti batubara 10 sampai 13 persen yang akan diterapkan tahun 2014 nanti, "IUP bisa menambah pendapatan legal, diatur dalam UU," jelasnya.
"Kalau ada alternatif lain tidak perlu menaikkan harga BBM. Kita (PDIP) sudah buat buku ilmiah dan sudah bicara lama angka pemotongan subsidi sebesar Rp58 triliun ini bisa kita lakukan dengan penghematan," pungkasnya.
Dukungan tersebut diberikan terkait rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun kenaikan itu bisa dilakukan asalkan Presiden SBY bisa menarik pendapatan negara yang ditawarkan oleh PDIP.
"PDIP akan mendukung Presiden SBY, kalau mendukung program yang ditawarkan oleh kami (PDIP)," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (17/5/2013).
Dia menyarankan alternatif-alternatif penghematan seperti penerapan cukai rokok dan pemotongan anggaran dinas, termasuk anggota DPR sendiri. "Mari kita bertekad mengurangi perjalanan dinas sebesar 50 persen, itu bisa dapat Rp10 triliun. Cukai rokok, ada satu merek rokok yang memproduksi Rp20 miliar batang per tahun. Kalau cukai rokok dinaikkan Rp100 kita bisa dapat Rp2 triliun," katanya.
Dia juga menyebut penerapan bea keluar batubara juga harus dilakukan menyusul penetapan IUP royalti batubara 10 sampai 13 persen yang akan diterapkan tahun 2014 nanti, "IUP bisa menambah pendapatan legal, diatur dalam UU," jelasnya.
"Kalau ada alternatif lain tidak perlu menaikkan harga BBM. Kita (PDIP) sudah buat buku ilmiah dan sudah bicara lama angka pemotongan subsidi sebesar Rp58 triliun ini bisa kita lakukan dengan penghematan," pungkasnya.
(maf)