Keseriusan KPU libatkan partisipasi masyarakat dipertanyakan

Senin, 17 Juni 2013 - 10:25 WIB
Keseriusan KPU libatkan...
Keseriusan KPU libatkan partisipasi masyarakat dipertanyakan
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai hanya menghambur-hamburkan uang negara dalam mengumumkan daftar caleg sementara (DCS) dari para peserta Pemilihan Umum 2014 mendatang.

Hal tersebut dikarenakan terhitung empat hari sejak KPU mengumumkankan DCS 2014, sepanjang itu pula data-data adminstratifnya kosong melompong. Pasalnya, dalam pengumuman tersebut KPU hanya menayangkan nama partai, caleg, nomor urut, jenis kelamin dan asal kota.

“Tapi data data lain yang terkait dengan caleg sama sekali tak tersedia baik di iklan media massa maupun di laman web KPU. Oleh karena itu, kita layak mempertanyakan apa tujuan dan target sesungguhya KPU menayangkan DCS tanpa data-data adminstrasi tersebut kepada masyarakat,“ kata pengamat pemilu Ray Rangkuti saat dihubungi, Senin (17/6/2013).

Cara KPU yang hanya menayangkan info umum DCS, menurut Ray, adalah hanya menjadi sekadar formalitas, untuk sekadar memenuhi perintah undang-undang. Namun, hal ini jelas sekaligus membuang buang dana yang telah dikucurkan pemerintah.

“Sebab, tentu saja akan sangat sulit bagi masyarakat untuk melakukan pembandingan dan verifikasi data data DCS jika data-data yang dimaksud tidak tersedia untuk dikritisi. Bagaimana masyarakat akan memberi info ke KPU bahwa caleg si A atau B misalnya memiliki data data palsu dan tidak menyertakan surat pernyataan mundur entah sebagai PNS, pejabat BUMN/BUMD,“ paparnya.

Ray pun menilai, dengan data data seadanya, KPU sebenarnya tidak serius mengajak partisipasi masyarakat. Hal itu terbukti di halaman web KPU telah tersedia kolom biodata bacaleg 2014. Tetapi begitu dimasuki, yang tersedia hanya nama dan lambang parpol. Tak ada satupun biodata caleg yang tersedia.

“Dengan semua perlakuan ini, tentu saja layak dipertanyakan apa yang hendak dicapai KPU dengan pengumuman DCS ini? Seriuskah KPU melayani partisipasi masyarakat, dan mengelola tahapan pemilu untuk lebih demkratis? Atau hanya sekadar melepas kewajiban dan tentunya buang buang dana pemilu,“ tegasnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Infografis
Tindak Asusila Hasyim...
Tindak Asusila Hasyim Asyari Berujung Pemecatan sebagai Ketua KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved