Pikirkan nasib keluarga, legislator perempuan enggan korupsi
Minggu, 16 Juni 2013 - 16:12 WIB
Pikirkan nasib keluarga, legislator perempuan enggan korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Meski masih dipandang sebelah mata, para legislator perempuan yang kini duduk di kursi DPR terbukti lebih sedikit yang melakukan korupsi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anggota dewan dari kalangan perempuan jarang berniat melakukan korupsi.
Ketua Bidang Pengembangan Perfilman Nasional DPP Partai Gerindra Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mengatakan, kualitas legislator perempuan saat ini sudah cukup baik. Hal itu terbukti dengan sedikitnya anggota dewan dari kalangan perempuan yang melakukan korupsi.
"Perempuan memang terbukti lebih sedikit untuk masalah korupsi. Karena, perempuan akan memikirkan internal keluarga, terutama anak, dan masa depannya. Yang korupsi itu yang enggak mikirin tentang itu," beber Saras, dalam rilisnya di kantor Tunas Indonesia Raya sayap Partai Gerindra, Sabtu (15/6/2013).
Caleg DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IV, itu menambahkan dirinya dari awal tidak berniat maju menjadi caleg pada Pemilu 2014. Lantaran latar belakangnya selama ini sebagai aktivis, membuatnya alergi dengan politik.
"Tetapi saat itu ada saran yang masuk kepada saya, kok tidak maju saja. Kakak saya bilang, tidak ada orang seperti kamu didalam sistem. Membawa perubahan itu harus dari sistem politiknya. Banyak orang melihat politik sebagai tujuan, bukan sebagai alat perubahan," cetusnya.
Dia menambahkan, Gerindra dalam mengusung calon perempuan, tak sekedar untuk memenuhi kuota. Dia menjamin tokoh-tokoh perempuan yang menjadi calon legislator, merupakan sosok yang berkualitas dan memiliki kompetensi intelektual yang unggul.
"Banyak sekali yang mau maju dari Gerindra, adalah tokoh-tokoh perempuan yang luar biasa. Saya bangga dengan itu, karena caleg perempuan tak hanya untuk memenuhi kuota, saya jamin itu," tukasnya.
Ketua Bidang Pengembangan Perfilman Nasional DPP Partai Gerindra Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo mengatakan, kualitas legislator perempuan saat ini sudah cukup baik. Hal itu terbukti dengan sedikitnya anggota dewan dari kalangan perempuan yang melakukan korupsi.
"Perempuan memang terbukti lebih sedikit untuk masalah korupsi. Karena, perempuan akan memikirkan internal keluarga, terutama anak, dan masa depannya. Yang korupsi itu yang enggak mikirin tentang itu," beber Saras, dalam rilisnya di kantor Tunas Indonesia Raya sayap Partai Gerindra, Sabtu (15/6/2013).
Caleg DPR RI dari Dapil Jawa Tengah IV, itu menambahkan dirinya dari awal tidak berniat maju menjadi caleg pada Pemilu 2014. Lantaran latar belakangnya selama ini sebagai aktivis, membuatnya alergi dengan politik.
"Tetapi saat itu ada saran yang masuk kepada saya, kok tidak maju saja. Kakak saya bilang, tidak ada orang seperti kamu didalam sistem. Membawa perubahan itu harus dari sistem politiknya. Banyak orang melihat politik sebagai tujuan, bukan sebagai alat perubahan," cetusnya.
Dia menambahkan, Gerindra dalam mengusung calon perempuan, tak sekedar untuk memenuhi kuota. Dia menjamin tokoh-tokoh perempuan yang menjadi calon legislator, merupakan sosok yang berkualitas dan memiliki kompetensi intelektual yang unggul.
"Banyak sekali yang mau maju dari Gerindra, adalah tokoh-tokoh perempuan yang luar biasa. Saya bangga dengan itu, karena caleg perempuan tak hanya untuk memenuhi kuota, saya jamin itu," tukasnya.
(san)