BBM naik, Mahasiswa diminta kepung Istana & DPR
Minggu, 16 Juni 2013 - 15:21 WIB
BBM naik, Mahasiswa diminta kepung Istana & DPR
A
A
A
Sindonews.com - Wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terus menuai penolakan dari berbagai elemn masyarakat. Tak terkecuali aktivis Petisi 28. Mereka meminta agar gerakan mahasiswa ikut mendukung aksi penolakan tersebut.
"Mahasiswa di seluruh Indonesia lakukan unjukrasa besok, kepung instansi-instansi pemerintah, kepung juga Istana Negara dan DPR RI," jelas aktivis Petisi 28, Haris Rusly dalam jumpa pers di Pondok Penus, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, (16/6/2013).
Dirinya pun belum mengetahui kapan aksi gerakan mahasiswa akan berlangsung, tetapi seluruh aktivis Petisi 28 mendukung aksi tersebut.
Lebih lanjut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai sebagai cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyengsarakan rakyatnya.
"Ini berdekatan dengan jelang puasa, belum Lebaran saja harga-harga sudah naik. Bagaimana kalau BBM naik juga, rakyat akan lebih sengsara," cetusnya.
Senada dengan Haris, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendorong agar mahasiswa melakukan aksi gerakan di 33 provinsi di tanah air.
"Saya yakin akan ada gerakan di 33 provinsi dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini," terangnya di tempat yang sama.
"Mahasiswa di seluruh Indonesia lakukan unjukrasa besok, kepung instansi-instansi pemerintah, kepung juga Istana Negara dan DPR RI," jelas aktivis Petisi 28, Haris Rusly dalam jumpa pers di Pondok Penus, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, (16/6/2013).
Dirinya pun belum mengetahui kapan aksi gerakan mahasiswa akan berlangsung, tetapi seluruh aktivis Petisi 28 mendukung aksi tersebut.
Lebih lanjut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai sebagai cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyengsarakan rakyatnya.
"Ini berdekatan dengan jelang puasa, belum Lebaran saja harga-harga sudah naik. Bagaimana kalau BBM naik juga, rakyat akan lebih sengsara," cetusnya.
Senada dengan Haris, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendorong agar mahasiswa melakukan aksi gerakan di 33 provinsi di tanah air.
"Saya yakin akan ada gerakan di 33 provinsi dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini," terangnya di tempat yang sama.
(rsa)