Kuota haji dikurangi, kurangi jatah pejabat DPR saja
Jum'at, 14 Juni 2013 - 18:42 WIB
Kuota haji dikurangi, kurangi jatah pejabat DPR saja
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah akan mengurangi kuota jemaah haji Indonesia. Hal itu disebabkan Pemerintah Arab Saudi sedang merenovasi Masjidil Haram.
Pengurangan jatah tersebut membuat para jamaah dan sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) gelisah, karena pengurangan tersebut membuat calon jemaah haji yang sudah mendapat kuota untuk berangkat haji tahun ini menjadi resah.
Para calon haji ini berharap, agar tak ada pemotongan kuota haji di Depok. Caranya kuota haji Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) dan dewan dikurangi.
Ketua Kelompok Bimbingan Haji Idrus Al Ghadri, Pancoranmas, Depok, Habib Idrus Al Ghadri mengatakan, dari 120 anggota bimbingan hajinya yang akan berangkat haji, sebanyak 10 orang terpaksa tak bisa berangkat akibat pengurangan kuota haji tersebut.
Ia pun bersuara lantang bahwa yang semestinya dikurangi bukan rakyat, tetapi para pejabat DPR. "Anggota jemaah haji saya pada stres, karena enggak bisa berangkat. Saya kira kuota di Depok tak harus dipotong. Caranya dengan memberikan kuota haji TPHD dan pejabat DPR, Muspida hingga polisi untuk rakyat. Mereka kan berangkat pakai uang rakyat, jadi mengalah untuk rakyat," ujarnya di Depok, Jumat (14/6/2013).
Menurut Idrus, selain memberikan kuota TPHD dan dewan ke rakyat, cara lainnya adalah dengan menaruh calon haji yang masuk daftar berangkat namun tak bisa melunasi ongkos naik haji ke daftar tunggu 2014.
Idrus menambahkan bahwa tahun 2012 kuota haji Kota Depok 1.643 orang. Kemudian dipotong 100 menjadi 1.563. Oleh karena itu diharapkan tahun ini kuota haji di Depok tidak dipotong lagi.
"Pelunasan ONH itu mulai 22 Mei-12 Juni. Nah ditutup tuh. Jangan dibuka lagi. Yang tidak bisa melunasi dimasukan saja ke daftar tunggu 2014," paparnya.
Sementara, Staf Seksi Keberangkatan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Hasan Basri membantah, jika sudah ada pemotongan kuota. Ia pun masih menunggu instruksi dari Kemenag di tingkat pusat terkait pengurangan kuota tersebut. "Belum ada pemotongan kuota haji di Depok terkait pemotongan kuota haji dari Arab Saudi. Kami masih akan membahasnya," tuturnya.
Hasan mengatakan, pemotongan kuota haji itu ditentukan oleh Kementerian Agama RI. Kemudian hal itu disampaikan ke Provinsi Jawa Barat. "Informasinya ada tiga kota di Jawa Barat yang terkena pemotongan. Diantaranya Kabupaten Bekasi dan Depok. Tapi terkait itu masih akan dibahas. Apakah 20 persen setiap daerah atau gimana akan dibahas," katanya.
Pengurangan jatah tersebut membuat para jamaah dan sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) gelisah, karena pengurangan tersebut membuat calon jemaah haji yang sudah mendapat kuota untuk berangkat haji tahun ini menjadi resah.
Para calon haji ini berharap, agar tak ada pemotongan kuota haji di Depok. Caranya kuota haji Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) dan dewan dikurangi.
Ketua Kelompok Bimbingan Haji Idrus Al Ghadri, Pancoranmas, Depok, Habib Idrus Al Ghadri mengatakan, dari 120 anggota bimbingan hajinya yang akan berangkat haji, sebanyak 10 orang terpaksa tak bisa berangkat akibat pengurangan kuota haji tersebut.
Ia pun bersuara lantang bahwa yang semestinya dikurangi bukan rakyat, tetapi para pejabat DPR. "Anggota jemaah haji saya pada stres, karena enggak bisa berangkat. Saya kira kuota di Depok tak harus dipotong. Caranya dengan memberikan kuota haji TPHD dan pejabat DPR, Muspida hingga polisi untuk rakyat. Mereka kan berangkat pakai uang rakyat, jadi mengalah untuk rakyat," ujarnya di Depok, Jumat (14/6/2013).
Menurut Idrus, selain memberikan kuota TPHD dan dewan ke rakyat, cara lainnya adalah dengan menaruh calon haji yang masuk daftar berangkat namun tak bisa melunasi ongkos naik haji ke daftar tunggu 2014.
Idrus menambahkan bahwa tahun 2012 kuota haji Kota Depok 1.643 orang. Kemudian dipotong 100 menjadi 1.563. Oleh karena itu diharapkan tahun ini kuota haji di Depok tidak dipotong lagi.
"Pelunasan ONH itu mulai 22 Mei-12 Juni. Nah ditutup tuh. Jangan dibuka lagi. Yang tidak bisa melunasi dimasukan saja ke daftar tunggu 2014," paparnya.
Sementara, Staf Seksi Keberangkatan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Hasan Basri membantah, jika sudah ada pemotongan kuota. Ia pun masih menunggu instruksi dari Kemenag di tingkat pusat terkait pengurangan kuota tersebut. "Belum ada pemotongan kuota haji di Depok terkait pemotongan kuota haji dari Arab Saudi. Kami masih akan membahasnya," tuturnya.
Hasan mengatakan, pemotongan kuota haji itu ditentukan oleh Kementerian Agama RI. Kemudian hal itu disampaikan ke Provinsi Jawa Barat. "Informasinya ada tiga kota di Jawa Barat yang terkena pemotongan. Diantaranya Kabupaten Bekasi dan Depok. Tapi terkait itu masih akan dibahas. Apakah 20 persen setiap daerah atau gimana akan dibahas," katanya.
(maf)