Ruhut: PKS didepak itu keinginan saya dari dulu
Rabu, 12 Juni 2013 - 14:29 WIB
Ruhut: PKS didepak itu keinginan saya dari dulu
A
A
A
Sindonews.com - Politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul mengaku tidak kaget mendengar kabar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikeluarkan dari koalisi di Sekretariat Gabungan (Setgab).
"Kalau dia dikeluarkan itu memang keinginan saya dari dahulu biar enggak menggunting dalam lipatan," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Namun, mengenai secara resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) sudah meneken surat berisi pemberitahuan kepada PKS, Ruhut mengaku tidak tahu.
"Wah saya engga tahu, benar bos engga tau," cetusnya.
Sebelumnya, Wasekjen PKS, Fahri Hamzah menyebutkan jika partainya telah didepak dari Setgab, namun hingga kini belum ada surat resmi terkait informasi tersebut.
"Apa yang terjadi dalam pekan-pekan ini. Jadi memang pertengahan pekan lalu, seseorang dari pihak istana sudah memberitahukan kepada salah seorang menteri PKS bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi atau Setgab," katanya di tempat yang sama.
Kira-kira pertengahan lalu, kata Fahri, Presiden SBY akan menulis surat secara resmi kepada partai tentang pemberitahuan itu.
"Mereka janjinya ngasih suratnya hari Sabtu. Nah sampai hari Senin malam, surat itu kami tidak terima," pungkasnya.
"Kalau dia dikeluarkan itu memang keinginan saya dari dahulu biar enggak menggunting dalam lipatan," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Namun, mengenai secara resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) sudah meneken surat berisi pemberitahuan kepada PKS, Ruhut mengaku tidak tahu.
"Wah saya engga tahu, benar bos engga tau," cetusnya.
Sebelumnya, Wasekjen PKS, Fahri Hamzah menyebutkan jika partainya telah didepak dari Setgab, namun hingga kini belum ada surat resmi terkait informasi tersebut.
"Apa yang terjadi dalam pekan-pekan ini. Jadi memang pertengahan pekan lalu, seseorang dari pihak istana sudah memberitahukan kepada salah seorang menteri PKS bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi atau Setgab," katanya di tempat yang sama.
Kira-kira pertengahan lalu, kata Fahri, Presiden SBY akan menulis surat secara resmi kepada partai tentang pemberitahuan itu.
"Mereka janjinya ngasih suratnya hari Sabtu. Nah sampai hari Senin malam, surat itu kami tidak terima," pungkasnya.
(lns)