PKS keluar koalisi, Suswono siap dipecat dari menteri

Rabu, 12 Juni 2013 - 13:57 WIB
PKS keluar koalisi,...
PKS keluar koalisi, Suswono siap dipecat dari menteri
A A A
Sindonews.com - Menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suswono siap dipecat dari kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini ditegaskan oleh Suswono menyusul berkembangnya kabar PKS sudah dikeluarkan dari sekretariat gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung Pemerintahan SBY-Boediono.

Menteri yang membidangi pertanian itu menegaskan pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif SBY selaku Presiden. "Tidak masalah, itu hak prerogatif Presiden," kata Suswono di Kompleks Parlemen, DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2013).

Pada kesempatan itu, Suswono juga membantah dirinya telah membocorkan kabar dikeluarkannya PKS dari anggota koalisi pendukung Pemerintahan SBY-Boediono. "Saya tidak tahu. Saya spesifik untuk pertanian, urusan partai tanya ke partai," katanya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS Fahri Hamzah mengungkapkan pihak Istana terkait dkeluarkannya PKS dari keanggotan koalisi. Kabar ini diperoleh dari salah satu menteri asal PKS.

"Apa yang terjadi dalam pekan-pekan ini. Jadi memang pertengahan pekan lalu, seseorang dari pihak Istana sudah memberitahukan kepada salah seorang menteri PKS bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi atau Setgab," katanya.
(mhd)
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved