Rusuh KJRI, bukti adanya kebobrokan dalam pelayanan

Selasa, 11 Juni 2013 - 07:00 WIB
Rusuh KJRI, bukti adanya...
Rusuh KJRI, bukti adanya kebobrokan dalam pelayanan
A A A
Sindonews.com - Insiden kemarahan buruh migran Indonesia yang membakar plastik, kardus dan kertas di depan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Minggu 9 Juni 2013, sebenarnya merupakan bukti adanya kebobrokan dalam pelayanan bagi ribuan buruh migran yang memanfaatkan masa amnesti.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah. Dia juga mengatakan, kejadian itu merupakan puncak dari akumulasi dari kemarahan buruh migran yang selama ini tidak mendapatkan pelayanan secara memadai.

"Ribuan buruh migran Indonesia setiap hari terpaksa berjemur dalam terik matahari bersuhu rata-rata di atas 40 derajat Celsius selama mengantri di luar gedung KJRI Jedah tanpa ada pelindung panas seperti tenda, support air minum serta tim medis yang siap melayani," katanya kepada Sindonews, Selasa (11/6/2013).

Sehingga hampir setiap hari ada yang pingsan karena berdesakan dalam haus, lapar dan panas. Kata dia, pihaknya setiap hari menerima informasi mengenai situasi tersebut dari buruh migran dan jaringan di Saudi Arabia.

"Seharusnya ada penambahan tenaga dan fasilitas yang memadai di perwakilan RI di Saudi Arabia untuk aktivitas yang memerlukan kecepatan dan kecermatan luar biasa ini menghadapi puluhan ribu orang yang akan memproses pemutihan dokumen," kata Anis.

Sekadar diketahui, Gedung KJRI di Jalan Al Rehab Distrik, Jeddah, Arab Saudi, telah terjadi pembakaran pada Minggu 9 Juni 2013 sekira 18.40 waktu setempat. Sebelum kejadian itu, para TKI bermasalah mengantre untuk mengurus amnesti atau pemutihan dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai syarat mendapatkan paspor dan izin kerja tinggal atau identitas diri (Iqoma).

Tetapi, suhu yang panas membuat para massa yang mayoritasnya dari TKI sudah emosi dan tak bisa terkendali lagi, hingga akhirnya menyulut, hingga terjadilah pembakaran itu.

Dalam program amnesti ini, WNI yang tetap ingin bekerja di Arab Saudi akan diperbarui izinnya. Tetapi, jika ada yang ingin pulang ke tanah air, KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh akan menfasilitasi proses pemulangan dengan mengeluarkan dokumen SPLP.
(mhd)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved