Ricuh di KJRI Jeddah diduga karena buruknya pelayanan

Senin, 10 Juni 2013 - 19:34 WIB
Ricuh di KJRI Jeddah...
Ricuh di KJRI Jeddah diduga karena buruknya pelayanan
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR RI Indra menduga, kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, merupakan refleksi buruknya pelayanan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sehingga akhirnya memunculkan kemarahan.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh atas terjadinya kerusuhan itu, dan juga jangan mengkambinghitamkan provokator.

“Rasanya tidak mungkin para TKI akan melakukan kerusuhan apabila meraka mendapatkan pelayanan yang baik. Jangan posisikan para TKI sebagai warga negara kelas dua. Karena Mereka sama dengan kita yang ada di tanah air, bahkan mereka pahlawan devisa negara,” ujar Indra kepada wartawan, Senin (10/6/2013).

Dia meminta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), harus menjadikan peristiwa tersebut sebagai persoalan yang sangat serius. "Untuk menjadi pelajaran agar bisa mewujudkan pelayanan yang baik," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, seharusnya KJRI dari awal bisa memprediksi kemungkinan membludaknya TKI yang akan membuat Surat perjalanan Laksana Paspor (SPLP) itu. “Seharusnya KJRI memikirkan itu, kan dari awal sudah tahu mereka berapa jumlah TKI yang akan mengurus surat itu, tentunya harus disiapkan pelayanan yang lebih,” ujarnya.

Untuk diketahui, kantor KJRI RI di Jeddah, Arab Saudi, yang berada di Jalan Al Rehab Distrik, dibakar TKI. Peristiwa itu terjadi Minggu 9 Juni 2013 pukul 18.40 WIB.

Sebelum terjadi pembakaran, TKI bermasalah mengantre untuk mengurus Surat perjalanan Laksana Parpor (SPLP) sebagai syarat mendapatkan paspor dan izin kerja tinggal atau identitas diri (Iqoma). Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi menyulut aksi mereka itu. Yang jelas saat mengantre itu kondisi suhu panas sangat terik.
(maf)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved