PPP enggan dana kampanye caleg diaudit KPU

Jum'at, 07 Juni 2013 - 16:19 WIB
PPP enggan dana kampanye...
PPP enggan dana kampanye caleg diaudit KPU
A A A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan, pihaknya tidak mau jika calon legislatifnya harus diaudit oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam dana kampanye mereka.

Pasalnya, saat ini KPU diketahui sedang menggodok peraturan aturan batas maksimal dana kampanye bagi setiap calon anggota legislatif (caleg), untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

“Yang harus diatur hanyalah dana keuangan partai sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku. Harapan PPP kepada KPU itu, jadi harus ada pemantauan dalam pendanaan partai, tapi bukan pendanaan caleg," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PPP, Fernita Darwin dalam acara diskusi di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013).

"Karena kalau caleg itu kan yang mengusung parpol (partai politik), apalagi bagi caleg yang bukan incumbent itu ketika diaudit pasti merasa keberatan, karena belum pernah menikmati APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)," imbuhnya.

Lebih lanjut Fernita menjelaskan, para caleg tersebut merupakan usulan dari parpol untuk duduk di parlemen. Karena itu, parpol memiliki tanggung jawab terhadap para calegnya. "Caleg tidak perlu diaudit dalam dana kampanye dan hanya dana kampanye parpol saja yang harus diaudit," ucapnya.

Namun, bila nantinya KPU tetap mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) terkait pengaturan ambang batas maksimal dana kampanye caleg, maka KPU harus mensosialisasikan terlebih dahulu. Sehingga para caleg siap untuk diaudit dan berkampanye sesuai dengan peraturan yang ada.

"Jadi saya harap di PKPU itu, nanti disosialisasikan sejak jauh-jauh hari, agar tidak kaget saat diaudit," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved