SBY tak akan tegas hadapi sikap mendua PKS
Rabu, 05 Juni 2013 - 23:37 WIB
SBY tak akan tegas hadapi sikap mendua PKS
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai partai yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi pendukung pemerintah, rasanya sudah sering Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil sikap yang berseberangan.
Sinyal yang sama ditunjukkan terkait wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), bahkan PKS tidak hadir dalam rapat Setgab yang digelar di kediaman Wapres Boediono.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak akan bisa bersikap tegas menghadapi sikap mendua PKS.
"Sikap keras PKS ini bukanlah pertama kali. Sudah beberapa kali kebijakan PKS tidak sejalan dengan sikap sekutunya Partai Demokrat. Saya berani jamin, SBY tidak akan berani mengambil sikap soal ini," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (5/6/2013).
Pasalnya, hal yang sama selalu berulang-ulang dan SBY seolah selalu memberikan pemakluman bagi PKS. Dari kaca komunikasi politik, ia menilai, sikap tidak tegas yang ditunjukkan SBY sebagai salah satu cara menjaga citra.
"Sebab pengalaman membuktikan bahwa setiap kali ada partai-partai yang bersikap mendua, SBY diam saja. Komunikasi politik SBY ini, mengundang reaksi dari aktor-aktor Demokrat yang mengingatkan PKS untuk segera keluar dari koalisi," ucapnya.
Menurutnya, publik harus cermat melihat isu penolakan BBM yang di wacanakan oleh PKS. "Sebenarnya bukan penolakan yang diinginkan PKS, namun kompensasi yang akan diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat jika BBM dinaikkan," pungkasnya.
Sinyal yang sama ditunjukkan terkait wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM), bahkan PKS tidak hadir dalam rapat Setgab yang digelar di kediaman Wapres Boediono.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak akan bisa bersikap tegas menghadapi sikap mendua PKS.
"Sikap keras PKS ini bukanlah pertama kali. Sudah beberapa kali kebijakan PKS tidak sejalan dengan sikap sekutunya Partai Demokrat. Saya berani jamin, SBY tidak akan berani mengambil sikap soal ini," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (5/6/2013).
Pasalnya, hal yang sama selalu berulang-ulang dan SBY seolah selalu memberikan pemakluman bagi PKS. Dari kaca komunikasi politik, ia menilai, sikap tidak tegas yang ditunjukkan SBY sebagai salah satu cara menjaga citra.
"Sebab pengalaman membuktikan bahwa setiap kali ada partai-partai yang bersikap mendua, SBY diam saja. Komunikasi politik SBY ini, mengundang reaksi dari aktor-aktor Demokrat yang mengingatkan PKS untuk segera keluar dari koalisi," ucapnya.
Menurutnya, publik harus cermat melihat isu penolakan BBM yang di wacanakan oleh PKS. "Sebenarnya bukan penolakan yang diinginkan PKS, namun kompensasi yang akan diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat jika BBM dinaikkan," pungkasnya.
(kri)