MUI: Teroris salah pemahaman ajaran agama

Rabu, 05 Juni 2013 - 20:11 WIB
MUI: Teroris salah pemahaman...
MUI: Teroris salah pemahaman ajaran agama
A A A
Sindonews.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, aksi terorisme dikarenakan kesalahan dalam memahami ajaran agama. Terkait aksi terorisme merupakan jihat, itu adalah kesalahan besar.

"Penyebabnya dari kekeliruan memahami ajaran agama dengan kata lain saya menyebutnya distorsi pemahaman," tandasnya saat ditemui di MNC Plaza, Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2013).

Menurutnya, terkait hal ini MUI sudah membuat fatwa, jika teror tidak sama dengan jihad dan sebaliknya. Ajaran dan pemahaman teroris adalah kesalahan pemahaman yang menyimpang.

Lanjut dia, penanganan yang tepat. Tidaklah cukup hanya dengan menangkap lalu membunuh karena dibalik semua yang diakukan terdapat regenerasi jaringan teroris.

Hal tersebut tidaklah cukup dilakukan, kata dia, tentunya harus dibarengi dengan penelusuran dan pemahaman baik kepada mereka yang belum terprovokasi.

Tentunya harus dicari dan mulai dari akarnya untuk diberikan pemahaman. Mengenai jihad yang diajurkan agama Islam yang sesungguhnya. "Selama ini pemerintah lakukan deradikalisasi tetapi selama ini dilakukan tidak mengenai sasaran," ujarnya

Dia mengatakan, selama ini deradikalisasi kurangnya pemerintah melibatkan orang-orang yang mempunyai kompetensi, kemampuan dan pengetahuan untuk diberikan ruang dan porsi lebih besar guna perbaikan, baik itu sifatnya antisipasi dan rehabilitasi. Sebagai contoh bahwa keluar masuknya para teroris dipenjara menandakan rehabilitas yang didapat kurang efektif dan pencegahan yang dilakukan sangat rendah.

Ma’aruf memaparkan, MUI sebelumnya sudah mempunyai Tim Penaggulangan Teroris (TPT) menueuut ajaran agama , sejak itu kita lakukan penanganan sampai pad aakhirnya hal tersbut diambil alih Oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Menurutnya, semenjak itu MUI tidaklah dilibatkan secara kelembagaan. Melihat hasil yang ada selama ini tentunya diperlukan orientasi baru dalam penaggulangan yang dilakukan.

"Kita tidak diberiakan peran, sehingga kita tidak bisa melakukan optimalisasi dengan salah satunya memberiakn pembiayaan dan operasi-operasi yang tidak ada koordinasinya," paparnya.
(mhd)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved