PKS keluar, Ruhut berharap jadi menteri

Selasa, 04 Juni 2013 - 16:24 WIB
PKS keluar, Ruhut berharap...
PKS keluar, Ruhut berharap jadi menteri
A A A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu partai koalisi yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal tersebut juga yang membuat politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul gerah.

Atas langkah itu, menurut Ruhut, sudah selaiknya jika PKS dikeluarkan dari koalisi dan meminta tiga pos Kementerian yang ditempati oleh kader partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu.

"Kalau PKS keluar, jangan-jangan aku (Ruhut) bisa jadi Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informasi). Menteri (PKS) keluar, saja. Tempatkan Ruhut jadi menterinya," kata Ruhut dengan nada tawanya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2013).

Sekadar diketahui dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi tiga kementerian pada politikus PKS.

Sebut saja Menkominfo Tifatul Sembiring yang juga anggota Majelis Syuro PKS, begitu juga dengan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, dan Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufrie yang juga anggota Majelis Syuro PKS.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, PKS sepakat untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kini tengah dikaji oleh pemerintah, hal itu berdasarkan hasil pleno partai berbasis massa Islam itu.

"Pleno Fraksi PKS itu sudah memutuskan itu, menolak kenaikan harga BBM dan ini sudah disetujui DPP PKS, jadi nanti waktu pembahasan APBN 2013 akan menyatakan sikap itu," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Mahfudz Siddiq di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat 31 Mei 2013.

Alasan mereka menolak kenaikan BBM ialah karena pemerintah telah melakukan hal yang sama sebanyak dua kali. Kata mereka, ini juga merupakan sikap dalam menerima aspirasi masyarakat.

"Kita sudah mengajukan kenaikan di sektor energi supaya tidak ada lagi kenaikan BBM. Tetapi masukan PKS ini tidak didengar, dan sekarang alasannya juga sama. Kalau ada kenaikan BBM nanti itu angka kenaikan akan naik," terangnya.
(mhd)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
PKS Nilai Survei Kepercayaan...
PKS Nilai Survei Kepercayaan Publik ke Pemerintah Menurun Harus Jadi Alarm
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved