Ruhut: PKS 'menikam' kami dari belakang
Selasa, 04 Juni 2013 - 15:37 WIB
Ruhut: PKS 'menikam' kami dari belakang
A
A
A
Sindonews.com - Politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul menegaskan, jika dirinya telah meminta Ketua Harian PD Syarief Hasan untuk menyampaikan kepada petinggi partai agar mengeluarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi.
Menurut Ruhut, kerja PKS di dalam koalisi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka itu, dia meminta, agar partai yang dipimpin oleh Anis Matta itu segera dikeluarkan dari Sekretariat Gabungan (Setgab).
Langkah terbaru PKS yang dinilainya tidak sejalan dengan pemerintah adalah penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga harus memasang spanduk berisi anti kenaikan BBM.
"Kan saya lihat PKS ini kerja di koalisi menggunting dalam lipatan dan menusuk kami dari belakang," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Menurutnya, mengeluarkan PKS dari koalisi di waktu saat ini sangatlah tepat ketimbang akhirnya mereka yang memutuskan untuk hengkang di menit akhir koalisi tahun 2014.
"Saya sudah sampaikan ke Syarief Hasan, bisa dibayangkan last minute mereka nanti keluarkan ke mana muka kita, apa tidak mereka saja kita keluarkan," cetusnya.
"Tandanya sudah banyak. Jangan sampai kita menari di atas gendang PKS. Mereka bilang tidak akan turun pollingnya, akan tetatp tiga besar, mimp kali yee," pungkasnya.
Menurut Ruhut, kerja PKS di dalam koalisi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka itu, dia meminta, agar partai yang dipimpin oleh Anis Matta itu segera dikeluarkan dari Sekretariat Gabungan (Setgab).
Langkah terbaru PKS yang dinilainya tidak sejalan dengan pemerintah adalah penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga harus memasang spanduk berisi anti kenaikan BBM.
"Kan saya lihat PKS ini kerja di koalisi menggunting dalam lipatan dan menusuk kami dari belakang," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Menurutnya, mengeluarkan PKS dari koalisi di waktu saat ini sangatlah tepat ketimbang akhirnya mereka yang memutuskan untuk hengkang di menit akhir koalisi tahun 2014.
"Saya sudah sampaikan ke Syarief Hasan, bisa dibayangkan last minute mereka nanti keluarkan ke mana muka kita, apa tidak mereka saja kita keluarkan," cetusnya.
"Tandanya sudah banyak. Jangan sampai kita menari di atas gendang PKS. Mereka bilang tidak akan turun pollingnya, akan tetatp tiga besar, mimp kali yee," pungkasnya.
(mhd)