Tolak harga BBM, PKS baiknya angkat kaki dari Setgab

Selasa, 04 Juni 2013 - 14:23 WIB
Tolak harga BBM, PKS...
Tolak harga BBM, PKS baiknya angkat kaki dari Setgab
A A A
Sindonews.com - Aksi kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Kampanye penolakan itu menjadi kontroversi karena PKS merupakan salah satu parpol yang tergabung dalam koalisi atau Setgab. Selain itu, kampanye ini dilakukan saat PKS terpuruk oleh kasus korupsi daging impor sapi.

Menurut Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin, secara isu, penolakan kenaikan BBM sangat populis di mata masyarakat. Siapapun yang mengambil isu itu pasti akan disenangi rakyat.

"Masalahnya adalah sikap PKS ini positioningnya lebih keliatan, 'yang penting beda', secara dia tergabung dalam setgab koalisi, harusnya yang namanya koalisi konsisten seperti parpol lain mendukung kebijakan pemerintah," tukas Afif, Selasa (4/5/2013).

Jika memang sudah tidak cocok lagi dengan perjuangan politik koalisi, PKS lebih baik keluar, sehingga tak memiliki beban apapun seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Pilihannya berani enggak PKS menarik kursi ketiga menterinya dari kabinet, sehingga konsekuensi atas sikapnya itu. Biar jelas positioningnya. Engga elok kalau berkoalisi minta enaknya saja, keputusan politik yang berisiko juga harus ditanggung," tutur Afif.

Seperti diketahui, PKS memasang sejumlah spanduk di beberapa titik lokasi. Tidak hanya di Jakarta, spanduk itu juga dipasang di berbagai daerah.

"Tolak Kenaikan Harga BBM”. Demikian bunyi pesan spanduk yang dipasang di perempatan Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Spanduk dengan pesan sama, sebagian besar disertai gambar wajah politisi PKS seperti Triwisaksana, di antaranya ada yang bersama Presiden DPP PKS Anis Matta juga tersebar di beberapa titik strategis lain di Ibu Kota.

Kampanye penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) itu terlihat sangat heroik karena mengatasnamakan kepentingan rakyat: kenaikan harga BBM hanya akan menambah beban masyarakat.

Masyarakat yang sepakat dengan sikap tersebut tentu senang karena ada parpol yang membela kepentingannya.
(lns)
Berita Terkait
Penyesuaian Harga BBM...
Penyesuaian Harga BBM Bantu Selamatkan Ekonomi Indonesia
Harga BBM Resmi Naik,...
Harga BBM Resmi Naik, Pertalite Naik Jadi Rp10.000 per Liter
Kenaikan Harga BBM Tidak...
Kenaikan Harga BBM Tidak Bisa Dihindari, Namun Perlu Formula Tepat
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa GNPR Mulai Berdatangan ke Patung Kuda
Pemerintah Naikkan Harga...
Pemerintah Naikkan Harga BBM, Tokoh dan Cendikiawan Nilai Langkah Realistis
Indonesia Termasuk Kelompok...
Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Berita Terkini
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved