Politik kepartaian mengarah pada proses transaksional
Senin, 29 April 2013 - 11:47 WIB
Politik kepartaian mengarah pada proses transaksional
A
A
A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) dinilai mengambil jalan pintas untuk menentukan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2014.
Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Ari Nurcahyo mengatakan, dengan cara pintas itu parpol dianggap mengesampingkan pendidikan politik dan nilai kepartaian.
"Partai politik lebih memilih jalan pintas, tanpa melewati proses berpolitik yang panjang seperti melakukan pendidikan politik, penanaman nilai-nilai kepartaian, maupun jenjang kaderisasi," jelas Ari di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).
Lanjutnya, dengan sikap itu, bacaleg yang memiliki integritas dengan mereka yang hanya memiliki popularitas bisa tersingkir.
"Inilah yang membuka peluang beberapa kader partai dengan modal kecakapan baik dan yang semestinya diajukan tetapi harus tersingkir," tukasnya.
Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan politik kepartaian kian kuat diarahkan pada proses yang bersifat transaksional dan prosedural. "Nilai keutamaan maupun ideologi sudah menjadi sesuatu yang langka," ucapnya.
Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Ari Nurcahyo mengatakan, dengan cara pintas itu parpol dianggap mengesampingkan pendidikan politik dan nilai kepartaian.
"Partai politik lebih memilih jalan pintas, tanpa melewati proses berpolitik yang panjang seperti melakukan pendidikan politik, penanaman nilai-nilai kepartaian, maupun jenjang kaderisasi," jelas Ari di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).
Lanjutnya, dengan sikap itu, bacaleg yang memiliki integritas dengan mereka yang hanya memiliki popularitas bisa tersingkir.
"Inilah yang membuka peluang beberapa kader partai dengan modal kecakapan baik dan yang semestinya diajukan tetapi harus tersingkir," tukasnya.
Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan politik kepartaian kian kuat diarahkan pada proses yang bersifat transaksional dan prosedural. "Nilai keutamaan maupun ideologi sudah menjadi sesuatu yang langka," ucapnya.
(kur)