KPK usut dugaan suap lewat hakim PT Jabar

Senin, 22 April 2013 - 19:17 WIB
KPK usut dugaan suap...
KPK usut dugaan suap lewat hakim PT Jabar
A A A
Sindonews.com - Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat (Jabar), CH Kristi Purnamiwulan merampungkan pemeriksaan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perempuan ini diperiksa terkait kasus dugaan suap hakim bansos di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Saat disinggung mengenai materi pemeriksaan hari ini, dia pun hanya menjawab singkat. Ia mengaku, dirinya cuma berbagi perkara saja kepada para hakim PT. Itu kata dia, sudah ia sampaikan kepada penyidik KPK.

"Bagi perkara," singkat Kristi sesaat sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013).

Sementara ketika disinggung lebih dalam soal apakah dirinya ikut terlibat kasus suap hakim bansos tersebut, Kristi mengelaknya. "Tidak tahu," kata Kristi sambil bergegas memasuki mobil Toyota Soluna hitam, berpelat merah dengan nomor polisi D 1355 F.

Informasi yang didapat, kasus bansos yang diduga melibatkan Wali Kota Bandung, Dada Rosada ini, telah memasuki tahap banding di PT Jabar. Sementara kaitan dengan Kristi, yakni Kristi diduga sebagai pihak yang akan mengatur siapa saja hakim yang akan menyidangkan kasus bansos tersebut. Bisanya Kristi mengatur hakim, itu karena Kristi merupakan mantan Ketua PT Jawa Barat.

Tidak lama berselang, mantan Panitera MA Sareh Wiyono, juga merampungkan pemeriksaan KPK. Bekas ketua PT Jawa Barat ini, tidak berkomentar dan memilih melemparkan senyum hingga di depan jalan HR Rasuna Said Kuningan.

KPK dalam kasus ini telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Toto, hakim Setyabudi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat, dan pria bernama Asep yang diduga sebagai suruhan Toto.

Toto, Herry, dan Asep, diduga memberikan hadiah atau janji kepada hakim Setyabudi terkait kepengurusan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung. Hakim Setyabudi merupakan ketua majelis hakim yang menangani perkara bansos tersebut. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah mencegah Dada bepergian ke luar negeri. Toto sendiri disebut-sebut sebagai orang dekat Wali Kota Bandung Dada Rosada.
(maf)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved