Restrukturisasi partai, SBY tak akan lagi diganggu
Minggu, 21 April 2013 - 13:28 WIB
Restrukturisasi partai, SBY tak akan lagi diganggu
A
A
A
Sindonews.com - Pasca melakukan Kongres Luar Biasa (KLB), Partai Demokrat saat ini mengklaim sedang melakukan re-strukturisasi internal secara besar-besaran.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Jero Wacik menegaskan, restrukturisasi di internal Partai Demokrat tersebut ditujukan agar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlalu sibuk mengurus Partai dan fokus mengurus negara.
"SBY sebelumnya menjabat empat jabatan penting di Partai Demokrat. Diantaranya Ketua Majelis Tinggi, Ketua Umum, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan. Mak itu, dua jabatannya dilepaskan, yakni Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan," ujar Jero Wacik, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl Kramat Raya No 146, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013).
Menurut Jero Wacik, SBY tidak akan terlalu banyak lagi diganggu dengan persoalan partai. Karena menurutnya, struktural Partai Demokrat yang ada saat ini sudah cukup banyak.
"Jadi Pak SBY hanya tinggal fokus pada posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua Majelis Tinggi. SBY tidak ingin terlalu banyak mengurus partai namun hanya ingin mengurus negara saja," jelasnya.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Jero Wacik menegaskan, restrukturisasi di internal Partai Demokrat tersebut ditujukan agar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlalu sibuk mengurus Partai dan fokus mengurus negara.
"SBY sebelumnya menjabat empat jabatan penting di Partai Demokrat. Diantaranya Ketua Majelis Tinggi, Ketua Umum, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan. Mak itu, dua jabatannya dilepaskan, yakni Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan," ujar Jero Wacik, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl Kramat Raya No 146, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013).
Menurut Jero Wacik, SBY tidak akan terlalu banyak lagi diganggu dengan persoalan partai. Karena menurutnya, struktural Partai Demokrat yang ada saat ini sudah cukup banyak.
"Jadi Pak SBY hanya tinggal fokus pada posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua Majelis Tinggi. SBY tidak ingin terlalu banyak mengurus partai namun hanya ingin mengurus negara saja," jelasnya.
(rsa)