Usung caleg bermasalah, sama saja parpol bunuh diri

Sabtu, 20 April 2013 - 03:54 WIB
Usung caleg bermasalah,...
Usung caleg bermasalah, sama saja parpol bunuh diri
A A A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) diharapkan mampu menyediakan para calon anggota legislatif (caleg) sesuai dengan kualitas dan terbebas dari masalah hukum.

Hal itu dikatakan pengamat politik dari Pusat Kajian dan kebijakan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid, terkait dengan dengan munculnya nama sepupu M Nazaruddin, M Nasir yang akan kembali maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR dari daerah pemilihan (Dapil) Riau dari Partai Demokrat.

"Jika Partai Demokrat masih mencalonkan caleg yang bermasalah seperti M Nasir, sepupunya M Nazaruddin, padahal diduga dia masih bermasalah dengan kasus hukum di mana pernah diduga terlibat korupsi vaksin flu burung dan dugaan pemerasaan Jomsostek, tentunya partai ini menuju bunuh diri, dan akan mendapat hukuman dari publik di 2014," kata Husin kepada Sindonews, Sabtu (20/4/2013).

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi IX DPR M Nasir akan kembali maju sebagai caleg DPR dari dapil Riau. Pria ini sebelumnya pernah diduga terlibat korupsi vaksin flu burung dan dugaan pemerasaan Jamsostek ini akan kembali maju dari Demokrat.

"Iya M Nasir sudah mendaftar lagi untuk caleg dari Demokrat. Dia masuk dapil dua tempat sebelumnya dia nyaleg. Dapil dua yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Pelalawan, Kuansing, Inhu, dan Inhil," terang Sekretaris Panitia Penjaringan Partai Demokrat Riau, Abdurahman Sani ketika dikonfirmasi Jumat 19 April 2013.

Majunya kembali M Nasir yang dulu ketahuan pernah menjenguk sepupunya Nazaruddin di LP di luar jam besuk kata Sani sudah dikoordinasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Namun ketika ditanya kapan resmi M Nasir mendaftar di Demokrat, Sani mengaku tidak mengetahui secara rinci. "Dia satu dari sekitar sepuluh caleg DPR RI dari Demokrat untuk dapil Riau. Saya sejauh ini sudah lama tidak berkomunikasi dengan M Nasir," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved