SBY harus pintar menempatkan diri

Jum'at, 19 April 2013 - 09:58 WIB
SBY harus pintar menempatkan...
SBY harus pintar menempatkan diri
A A A
Sindonews.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seyogyanya mampu membedakan dengan baik, sekaligus memberi contoh kepada bawahannya bagaimana menempatkan diri, kapan bertindak sebagai presiden kapan sebagai ketua umum partai.

Sehingga, SBY tidak salah dalam menggunakan tempat kerja presiden untuk urusan partai seperti yang baru saja dilakukan ketika menggelar konferensi pers terkait batalnya Yenny Wahid masuk ke Partai Demokrat.

"Meskipun SBY menganggap ini persoalan kecil, tetapi bila dilakukan tidak tepat dan berulang-ulang, maka memberikan kesan menggampangkan persoalan dan menganulir apa yang dia pesankan ke menterinya yang menjabat ketua umum partai untuk memisahkan mana urusan pemerintah dan mana urusan partai," ujar pengamat politik Jaringan Pendidikan Pemilih unrtuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, kepada Sindonews melalui pesan singkatnya, Jumat (19/4/2013).

Selama ini SBY selalu membahas persoalan partai di rumahnya Cikeas atau di Istana Kepresidenan yang seharusnya dilakukan di Kantor DPP Partai Demokrat.

"Ini bukti betapa Partai Demokrat, meskipun besar dan penguasa, tidak memanfaatkan kantor pusat untuk kerja-kerja politiknya. Jabatan dan urusan Partai Demokrat lebih sering dilakukan di luar kantor," ujar Hafidz.

Semestinya segala urusan kepartaian, apalagi menjelang pencalonan legislatif seperti sekarang ini, kantor-kantor partai harusnya sangat ramai. Seperti misalnya ada rapat dan konsolidasi antar kader untuk menyusun pencalonan dan strategi kampanye ke depan.

"Tetapi ya begitulah, seringkali dia menyelesaikan internal politik justru dari luar kantor," pungkasnya.

Seperti diketahui, konferensi pers dadakan yang digelar Presiden SBY di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu 17 April 2013 malam, mendapat kritikan.

Pasalnya, dalam konferensi pers itu, SBY hanya bicara soal Yenny Wahid yang batal bergabung ke Partai Demokrat bukan urusan negara.
(lns)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved