Bawa urusan partai ke Istana, SBY dinilai 'abuse of power'

Jum'at, 19 April 2013 - 06:32 WIB
Bawa urusan partai ke...
Bawa urusan partai ke Istana, SBY dinilai 'abuse of power'
A A A
Sindonews.com - Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi pers yang tidak berkaitan dengan urusan negara di Istana Negara terus menuai kritik.

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi menilai, bahwa jumpa pers tersebut benar-benar telah 'abuse of power'. Sebab, secara tidak langsung SBY menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partainya.

"Konferensi pers itu sendiri benar-benar 'abuse of power'. Karena SBY secara terang-terangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan partainya," ujar Aktivis dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia ini melalui pesan singkat kepada Sindonews, Kamis (18/4/2013) malam.

Selain itu, dia juga menilai, jumpa pers SBY tersebut membuktikan bahwa kepemimpinan SBY di Partai Demokrat semakin tidak efektif.

"Karena dalam konferensi pers di Istana itu, penjelasan SBY untuk meredam berbagai komentar, seperti dari Ruhut Sitompul, yang mendekreditkan Yenny. Dan ini bisa mengundang kemarahan kaum Nahdliyin, khususnya yang Gusdurian," ungkapnya.

Sebelumnya seperti diberitakan Sindonews, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha pun menjelaskan mengapa Presiden SBY membicarakan soal Yenny Wahid di Istana Kepresidenan.

"Mengapa dilakukan di Istana Kepresidenan, setelah kunjungan kerja dan berlangsung di Istana. Kepala Negara dan Kepala Pemerintah tidak subtansial, tidak merupakan suatu prinsip untuk dipertanyakan," ujar Julian di Jakarta, Kamis 18 April 2013.

Dia menambahkan, bahwa mengenai SBY menggelar jumpa pers di Istana Kepresidenan untuk membicarakan masalah Yenny Wahid bukan suatu hal yang substansial.

"Penting untuk diketahui publik. Itu bukan menjadi hal pemberitaan. Minggu ini, Presiden terus berada di Istana Kepresidenan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kesimpangsiuran kabar mengenai Yenny Wahid tersebut menjadikan hal yang mendesak untuk SBY menjelaskan kepada publik melalui jumpa pers kemarin malam.

"Karena kondisi, pentingnya dan urgent-nya subtansi yang akan disampaikan, ketidakjelasan, maka merasa perlu memberikan pernyataan," imbuhnya.

Julian pun menegaskan bahwa akibat kabar adanya tawar menawar antara SBY dengan Yenny soal posisi di Partai Demokrat, mengakibatkan munculnya interprestasi yang beragam di publik.

"Begini, yang perlu saya sampaikan, bahwa Presiden merasa perlu, terjadi kesimpangsiuran, publik mengikuti, terkait Bu Yenny Wahid, menjadi bias, muncul interpretasi bermacam-macam di publik," katanya.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved