Kekhawatiran publik akan rangkap jabatan SBY terbukti

Jum'at, 19 April 2013 - 05:03 WIB
Kekhawatiran publik...
Kekhawatiran publik akan rangkap jabatan SBY terbukti
A A A
Sindonews.com - Statemen politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana negara terus menuai kecaman. Banyak yang melihat tidak wajar SBY memberikan statemen kepentingan partainya di Istana Negara.

Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menilai, hal itu menjadi bukti kehawatiran publik mengenai rangkap jabatan seorang Presiden yang rawan konflik kepentingan benar-benar terjadi.

"Inilah yang dikhawatirkan publik mengenai rangkap jabatan. Karena dengan rangkap jabatan tersebut, maka akan sulit untuk menghindari adanya overlapping job," kata Siti Zuhro kepada Sindonews, (18/12/2013) malam.

Menurutnya, jika seorang Presiden merangkap jabatan di posisi strategis susah untuk menempatkan diri untuk kepentingan partai dan negara. Apalagi SBY menjabat pucuk pimpinan Partai Demokrat.

"Kapan menjadi penyelenggara negara, kapan menjadi pimpinan partai, munculnya konflik kepentingan sulit dihindari," kata dia.

Rangkap jabatan, lanjutnya, menyebabkan kekaburan dalam menjalan tupoksi jabatannya. Rangkap jabatan seperti yang dilakukan SBY, dalam perkembangannya dinilai akan mendistorsi kualitas kinerja.

Wiwiek sapaan Siti Zuhro merasa kecewa SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat lebih cepat merespon persoalan Partai Demokrat daripada carut marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 ini.

"Hal yang serius menyangkut masalah UN (pendidikan) belum ditanggapi langsung, tapi isu berkenaan dengan partai direspon langsung," tandasnya.

Sebelumnya, Julian Aldrin Pasha pun menjelaskan mengapa Presiden SBY membicarakan soal Yenny Wahid di Istana Kepresidenan.

"Mengapa dilakukan di Istana Kepresidenan, setelah kunjungan kerja dan berlangsung di Istana. Kepala Negara dan Kepala Pemerintah tidak subtansial, tidak merupakan suatu prinsip untuk dipertanyakan," ujar Julian di Jakarta, Kamis 18 April 2013.

Dia menambahkan, bahwa mengenai SBY menggelar jumpa pers di Istana Kepresidenan untuk membicarakan masalah Yenny Wahid bukan suatu hal yang substansial.

"Penting untuk diketahui publik. Itu bukan menjadi hal pemberitaan. Minggu ini, Presiden terus berada di Istana Kepresidenan,"ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kesimpangsiuran kabar mengenai Yenny Wahid tersebut menjadikan hal yang mendesak untuk SBY menjelaskan kepada publik melalui jumpa pers kemarin malam.

"Karena kondisi, pentingnya dan urgent-nya subtansi yang akan disampaikan, ketidakjelasan, maka merasa perlu memberikan pernyataan,"imbuhnya.

Julian pun menegaskan bahwa akibat kabar adanya tawar menawar antara SBY dengan Yenny soal posisi di Partai Demokrat, mengakibatkan munculnya interprestasi yang beragam di publik.

"Begini, yang perlu saya sampaikan, bahwa Presiden merasa perlu, terjadi kesimpangsiuran, publik mengikuti, terkait Bu Yenny Wahid, menjadi bias, muncul interpretasi bermacam-macam di publik,"katanya.
(kri)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Info Dadan dan 2 Eks...
Info Dadan dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung Siapkan Tim Dokter
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Amanah dan Tanggung Jawab Berat
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar,...
OTT di Imigrasi Jakbar, KPK Tangkap Belasan Orang dan Sita Kendaraan hingga Emas
KPK OTT Pejabat Imigrasi...
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Baguslah, Sekalian Kita Berbenah
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved