Dikritik bahas Yenny di Istana, Prabowo bela SBY

Kamis, 18 April 2013 - 21:14 WIB
Dikritik bahas Yenny...
Dikritik bahas Yenny di Istana, Prabowo bela SBY
A A A
Sindonews.com - Mendadak, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 17 April 2013 malam.

Ironisnya, konferensi Pers yang digelar sekira pukul 20.30 WIB itu hanya membahas mengenai batalnya Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat.

Lantas, SBY pun menuai kritik pedas atas tindakannya tersebut. Banyak kalangan menilai sebagai Presiden, SBY tidak sepantasnya membahas persoalan partai di Istana.

Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, hal yang dilakukan Presiden SBY tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, selain menjabat Presiden, SBY juga merupakan pemimpin politik.

"Ya enggak ada masalah. Presiden kan juga pemimpin politik, ya enggak apa-apa,"ujar Prabowo di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Mantan Danjen Kopassus ini mengaku tidak mengetahui kabar mengenai jumpa pers SBY kemarin malam di Istana Kepresidenan tersebut. "Saya kok enggak mengikuti ya," kilahnya.

Sebelumnya, Julian Aldrin Pasha pun menjelaskan mengapa Presiden SBY membicarakan soal Yenny Wahid di Istana Kepresidenan.

"Mengapa dilakukan di Istana Kepresidenan, setelah kunjungan kerja dan berlangsung di Istana. Kepala Negara dan Kepala Pemerintah tidak subtansial, tidak merupakan suatu prinsip untuk dipertanyakan," ujar Julian di Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Dia menambahkan, bahwa mengenai SBY menggelar jumpa pers di Istana Kepresidenan untuk membicarakan masalah Yenny Wahid bukan suatu hal yang substansial.

"Penting untuk diketahui publik. Itu bukan menjadi hal pemberitaan. Minggu ini, Presiden terus berada di Istana Kepresidenan,"ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, kesimpangsiuran kabar mengenai Yenny Wahid tersebut menjadikan hal yang mendesak untuk SBY menjelaskan kepada publik melalui jumpa pers kemarin malam.

"Karena kondisi, pentingnya dan urgent-nya subtansi yang akan disampaikan, ketidakjelasan, maka merasa perlu memberikan pernyataan,"imbuhnya.

Julian pun menegaskan bahwa akibat kabar adanya tawar menawar antara SBY dengan Yenny soal posisi di Partai Demokrat, mengakibatkan munculnya interprestasi yang beragam di publik.

"Begini, yang perlu saya sampaikan, bahwa Presiden merasa perlu, terjadi kesimpangsiuran, publik mengikuti, terkait bu Yenny Wahid, menjadi bias, muncul interpretasi bermacam-macam di publik,"katanya.
(kri)
Berita Terkait
Bamsoet: SBY Minta MPR...
Bamsoet: SBY Minta MPR Kaji Sistem Pemilu Langsung Karena Berbiaya Tinggi
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Berita Terkini
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved