Puan: Zaman Mega, persoalan partai di luar Istana
Kamis, 18 April 2013 - 17:14 WIB
Puan: Zaman Mega, persoalan partai di luar Istana
A
A
A
Sindonews.com - Tudingan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik ditampik Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga, Puan Maharani.
Seperti diketahui Jero menyatakan, presiden sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah melakukan jumpa pers di Istana Kepresidenan membicarakan soal politik atau partai.
Puan mengatakan, Megawati Soekarnoputri atau ibundanya sewaktu menjadi presiden tidak pernah membicarakan hal di luar kenegaraan di Istana Kepresidenan.
"Sepengetahuan saya, semua kegiatan yang di luar kenegaraan tidak pernah dilakukan di Istana, tapi itu juga mungkin harus dicek lagi karena setahu saya kegiatan-kegiatan yang berkaitan partai atau pribadi dilakukan di kantor partai ataupun di rumah, tidak pernah di Istana," kata Puan Maharani di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).
Oleh karena itu, dia mengaku tidak begitu menanggapi tudingan Jero tersebut. "Karena, jikalau saya tanggapi kan subjektif akhirnya, akan kembali dipertanyakan masalah Ibu Mega atau zaman Pak SBY," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejatinya ada pihak Istana yang berwenang untuk memberitahu apakah hal jumpa pers untuk membicarakan masalah politik atau partai diperbolehkan atau tidak digelar di Istana Kepresidenan.
"Saya harap bahwa hal-hal yang berkaitan seperti itu semua pimpinan negara sudah mempunyai pakem dan orang-orang yang memberitahu apakah sebaiknya itu dilakukan atau tidak dilakukan," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik, tak begitu menerima jika Ketua Umum Partai Demokrat SBY dikritik lantaran menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2013 malam, mengenai batalnya putri mantan Presiden (Alm) KH Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat.
Saat diminta tanggapan mengenai banyaknya yang mengkritik SBY soal jumpa pers dadakan kemarin, Jero justru menyalahkan wartawan. "Ini kalau kamu sekarang tanya soal partai di sini, ini yang melanggar kamu atau saya? Kamu tanya saya di kantor, yang melanggar kamu atau saya?," cetus Jero di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place.
Jero pun menegaskan, bahwa SBY sebenarnya jika ingin jumpa pers soal politik atau Partai Demokrat, pasti di kediaman Cikeas, Bogor, Jawa Barat. "Beliau (SBY) kalau pengen bikin preskon khusus di Cikeas. Kalau kemarin bukan itu, soalnya ditanya. Karena banyak yang nanya jadi diterangkan, biasanya kan habis Jumatan atau gimana gitu. Partai lain juga begitu," imbuhnya.
Seperti diketahui Jero menyatakan, presiden sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah melakukan jumpa pers di Istana Kepresidenan membicarakan soal politik atau partai.
Puan mengatakan, Megawati Soekarnoputri atau ibundanya sewaktu menjadi presiden tidak pernah membicarakan hal di luar kenegaraan di Istana Kepresidenan.
"Sepengetahuan saya, semua kegiatan yang di luar kenegaraan tidak pernah dilakukan di Istana, tapi itu juga mungkin harus dicek lagi karena setahu saya kegiatan-kegiatan yang berkaitan partai atau pribadi dilakukan di kantor partai ataupun di rumah, tidak pernah di Istana," kata Puan Maharani di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).
Oleh karena itu, dia mengaku tidak begitu menanggapi tudingan Jero tersebut. "Karena, jikalau saya tanggapi kan subjektif akhirnya, akan kembali dipertanyakan masalah Ibu Mega atau zaman Pak SBY," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejatinya ada pihak Istana yang berwenang untuk memberitahu apakah hal jumpa pers untuk membicarakan masalah politik atau partai diperbolehkan atau tidak digelar di Istana Kepresidenan.
"Saya harap bahwa hal-hal yang berkaitan seperti itu semua pimpinan negara sudah mempunyai pakem dan orang-orang yang memberitahu apakah sebaiknya itu dilakukan atau tidak dilakukan," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik, tak begitu menerima jika Ketua Umum Partai Demokrat SBY dikritik lantaran menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2013 malam, mengenai batalnya putri mantan Presiden (Alm) KH Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid bergabung ke Partai Demokrat.
Saat diminta tanggapan mengenai banyaknya yang mengkritik SBY soal jumpa pers dadakan kemarin, Jero justru menyalahkan wartawan. "Ini kalau kamu sekarang tanya soal partai di sini, ini yang melanggar kamu atau saya? Kamu tanya saya di kantor, yang melanggar kamu atau saya?," cetus Jero di Ballroom Ritz Carlton, Pacific Place.
Jero pun menegaskan, bahwa SBY sebenarnya jika ingin jumpa pers soal politik atau Partai Demokrat, pasti di kediaman Cikeas, Bogor, Jawa Barat. "Beliau (SBY) kalau pengen bikin preskon khusus di Cikeas. Kalau kemarin bukan itu, soalnya ditanya. Karena banyak yang nanya jadi diterangkan, biasanya kan habis Jumatan atau gimana gitu. Partai lain juga begitu," imbuhnya.
(maf)