Pengawas ceroboh, soal UN jurusan IPA dan IPS tertukar

Kamis, 18 April 2013 - 15:37 WIB
Pengawas ceroboh, soal...
Pengawas ceroboh, soal UN jurusan IPA dan IPS tertukar
A A A
Sindonews.com - Kesalahan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di DIY terjadi lagi. Kali ini ditemukan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN) yang tidak bisa dipindai karena kesalahan pengerjaan soal. Hal ini terjadi di Kabupaten Bantul.

"Kami menemukan adanya kesalahan pengerjaan soal Bahasa Inggris di salah satu sekolah di Bantul. Soal yang seharusnya dikerjakan siswa jurusan IPA justru diberikan pada siswa IPS, begitu pula sebaliknya. Ini jelas membuat LJUN siswa tidak terbaca peralatan di saat pengoreksian karena perbedaan jenis soal dan data siswa. Kami belum tahu harus diapakan hal ini," ujar Koordinator Pelaksanaan UN DIY Rochmat Wahab kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (18/4).

Ditemui di Gedung Rektorat UNY, Rochmat menuturkan, pihaknya telah mengirimkan surat memohon petunjuk terkait solusi dari masalah tersebut. Menurutnya, kesalahan terletak pada pengawas yang seharusnya mengecek ulang soal sebelum dibagikan dan pihak sekolah sebagai penyimpan soal.

"Dalam hal ini jelas siswa tidak salah. Harusnya dilihat dulu pada bundel soal, apakah itu untuk siswa IPA atau IPS. Kalau sudah begini akan repot jadinya," imbuhnya.

Terkait evaluasi UN secara keseluruhan, kata Rektor UNY ini, pelaksanaan UN tahun ini memang ada keterlambatan sehingga harus membuat 11 provinsi menunda pelaksanaan. Namun, hal tersebut bisa tidak terjadi jika pihak pusat secara berkala melakukan pengecekan perkembangan percetakan soal.

"Seharusnya satu minggu sebelum pelaksanaan, sudah ada gambaran apakah soal bisa dicetak tepat waktu atau tidak. Kalau memang belum bisa, ada baiknya penundaan dilakukan untuk seluruh provinsi, tidak sebagian seperti saat ini. Dengan begitu, daerah tidak kerepotan menjaga kerahasiaan soal karena belum tentu semua provinsi lain yang sudah menjalankan UN bisa dengan sigap mengamankan soal," ungkapnya.

Mengenai LJUN soal braille yang tidak ada, Rochmat menuturkan, pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah yang memiliki siswa tuna netra untuk sama-sama menyaksikan pemindahan jawaban siswa dari kertas HVS ke LJUN sebelum dipindai. Terkait LJUN yang mengalami kendala tidak terbacanya barcode, telah diselesaikan dengan alat barcode reader dan LJUN yang tidak terbaca dengan alat scaning biasa, telah digunakan image scanner.

"Pemindaian LJUN sudah mulai dilakukan. Namun untuk hasil keseluruhan, kami menunggu pelaksanaan ujian susulan UN SMA/MA/SMK dulu pada 22-25 April 2013, baru setelah itu semua kami kirimkan ke Jakarta," imbuhnya.
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved