Batal ke Demokrat, Yenny fokus mengayomi kader PKBIB
Selasa, 16 April 2013 - 14:18 WIB
Batal ke Demokrat, Yenny fokus mengayomi kader PKBIB
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid batal bergabung ke Partai Demokrat.
Putri Mantan Presiden keempat (Alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengaku, jika di dalam internal PKBIB sendiri sempat terjadi pro dan kontra mengenai kabar tersebut.
Dikatakannya, sebagian menginginkannya bergabung ke Partai Demokrat demo membawa aspirasi dan sebagai ajang aktualisasi sejumlah kader. Namun, kata dia, sebagian di internal PKBIB juga menginginkannya tetap berada di luar struktur.
"Sebagian teman-teman sudah memproses pencalegan melalui partai lain di luar Partai Demokrat. Karena itu, untuk mengayomi semuanya, maka saya putuskan untuk tidak kemana-kemana, tapi ada dimana-mana," ujar Direktur Wahid Institute ini saat jumpa pers di kantor DPP PKBIB, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, setelah pro kontra tersebut, dia akan kembali membangun konsolidasi PKBIB sebagai sebuah partai yang siap mengikuti pemilu berikutnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Bidang Eksternal dan LSM Andi Nurpati mengakui, Demokrat sudah melakukan komunikasi dengan Yenny.
"Bahwa ada komunikasi Mba Yeny dengan Partai Demokrat iya. Ada komunikasi dengan pimpinan," kata Andi saat ditemui di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat 5 April 2013 lalu.
Bahkan, Andi pun tak berusaha menampik jika nantinya Yenny bergabung dengan partai itu, yang akan langsung mendapatkan posisi yang strategis di Partai Demokrat. "Iya kita lihat nantilah bagaimana keputusan formatur," ungkapnya.
Putri Mantan Presiden keempat (Alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengaku, jika di dalam internal PKBIB sendiri sempat terjadi pro dan kontra mengenai kabar tersebut.
Dikatakannya, sebagian menginginkannya bergabung ke Partai Demokrat demo membawa aspirasi dan sebagai ajang aktualisasi sejumlah kader. Namun, kata dia, sebagian di internal PKBIB juga menginginkannya tetap berada di luar struktur.
"Sebagian teman-teman sudah memproses pencalegan melalui partai lain di luar Partai Demokrat. Karena itu, untuk mengayomi semuanya, maka saya putuskan untuk tidak kemana-kemana, tapi ada dimana-mana," ujar Direktur Wahid Institute ini saat jumpa pers di kantor DPP PKBIB, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013).
Lebih lanjut dia mengungkapkan, setelah pro kontra tersebut, dia akan kembali membangun konsolidasi PKBIB sebagai sebuah partai yang siap mengikuti pemilu berikutnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Bidang Eksternal dan LSM Andi Nurpati mengakui, Demokrat sudah melakukan komunikasi dengan Yenny.
"Bahwa ada komunikasi Mba Yeny dengan Partai Demokrat iya. Ada komunikasi dengan pimpinan," kata Andi saat ditemui di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat 5 April 2013 lalu.
Bahkan, Andi pun tak berusaha menampik jika nantinya Yenny bergabung dengan partai itu, yang akan langsung mendapatkan posisi yang strategis di Partai Demokrat. "Iya kita lihat nantilah bagaimana keputusan formatur," ungkapnya.
(mhd)