KPU gandeng KPK soal pengawasan anggaran Pemilu 2014
Selasa, 16 April 2013 - 13:43 WIB
KPU gandeng KPK soal pengawasan anggaran Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku hingga kini belum dapat mengetahui kepastian mengenai wacana kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pengawasan anggaran penyelengaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengaku, memang sempat ada pembicaraan dengan KPK mengenai wacana kerja sama antar dua lembaga tersebut. Kata dia, tak hanya dengan KPK, KPU juga akan bekerja sama dengan lembaga lain untuk menutup cela terjadinya korupsi.
"Ya dahulu pernah ada pembicaraan. Nanti akan kita bicarakan lagi. Kenapa tidak kita bekerja sama denga berbagai pihak agar kerjaan KPU tuh beres, jadi tidak ada lagi ruang-ruang korupsi itu kita persempit," kata Hadar di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan dengan lembaga antikorupsi itu. Namun, dirinya tak segan untuk membuka komunikasi dengan KPK dalam upaya untuk berkonsultasi cara-cara menutup celah korupsi di lembaganya.
"Untuk kapannya belum tahu, jadi nanti kita akan menghubungi mereka, apa yang kira-kira mereka bisa bantu kami agar kerja kami di KPU ini bersih, atau ruang-ruang dari korupsi di KPU bisa ditutup," harapnya.
Kendati demikian, Hadar belum mengetahui kapan KPU akan mulai berkomunikasi dengan KPK itu. "Tapi belum ada tindak lanjut dan penandatanganan," pungkasnya.
Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengaku, memang sempat ada pembicaraan dengan KPK mengenai wacana kerja sama antar dua lembaga tersebut. Kata dia, tak hanya dengan KPK, KPU juga akan bekerja sama dengan lembaga lain untuk menutup cela terjadinya korupsi.
"Ya dahulu pernah ada pembicaraan. Nanti akan kita bicarakan lagi. Kenapa tidak kita bekerja sama denga berbagai pihak agar kerjaan KPU tuh beres, jadi tidak ada lagi ruang-ruang korupsi itu kita persempit," kata Hadar di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan dengan lembaga antikorupsi itu. Namun, dirinya tak segan untuk membuka komunikasi dengan KPK dalam upaya untuk berkonsultasi cara-cara menutup celah korupsi di lembaganya.
"Untuk kapannya belum tahu, jadi nanti kita akan menghubungi mereka, apa yang kira-kira mereka bisa bantu kami agar kerja kami di KPU ini bersih, atau ruang-ruang dari korupsi di KPU bisa ditutup," harapnya.
Kendati demikian, Hadar belum mengetahui kapan KPU akan mulai berkomunikasi dengan KPK itu. "Tapi belum ada tindak lanjut dan penandatanganan," pungkasnya.
(mhd)