Ini kata Demokrat soal alinea lanjutan Anas
Sabtu, 13 April 2013 - 16:12 WIB
Ini kata Demokrat soal alinea lanjutan Anas
A
A
A
Sindonews.com - Anas Urbaningrum mulai melanjutkan alinea-alinea yang pernah dijanjikan mengenai Partai Demokrat termasuk soal Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam akun twitter pribadinya di @anasurbaningrum, mantan Ketua Umum PB HMI ini menilai wajar jika SBY mengetahui segala keseluruhan mengenai dirinya seperti yang dituliskan dalam sesi wawancara di sebuah tabloid.
Dikatakan Anas melalui twitter-nya bahwa ada alat negara yang digunakan untuk mengetahui segala aktifitasnya, meski Ia tidak menunjuk secara langsung siapa orang yang dimaksud.
Mengomentari hal itu, Sekertaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu membantah jika ada alat negara yang biasa membututi pria berkacamata itu, termasuk dari intelijen.
"Nggak ada intel, saya memang membaca wawancara itu, tapi tidak dalam pengertian semua anggota DPR, Fraksi atau para menteri itu dipantau dalam pengertian positif iya," ungkap Khatibul kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).
Menurut dia, tak heran jika SBY banyak mengetahui mengenai Anas, ini karena anggota DPR dan anggota pengurus harian kerap diminta untuk membuat laporan setiap tiga bulan dan itu hal yang biasa dilakukan, sejak 2009.
"Saya kira mengada-mengada dan itu tidak benar dan belum tentu benar pernyataan (Anas di twitter)," sanggahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa SMS SBY kepada Anas bukan bagian dari pemantauan dan dirinya pun pernah mendapatkan hal serupa.
"Saya juga pernah di SMS oleh ketua harian dan pengurus-pengurus di tingkat elit, itu biasa ya. Itu bagian dari mekanisme partai untuk memantau anggotanya kerja atau tidak. Intel itu kan untuk kepentingan bangsa. Bukan pribadi," terangnya.
Seperti diketahui, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau melalui twitternya mengenai jawaban dari wawancara SBY dalam tabloid tersebut.
Dalam tulisannya, Anas memberi hastag (tanda pagar) #hanyaalinea yang berkesinambungan dengan janjinya ketika mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketum Partai Demokrat.
Beberapa tulisannya Ia mengaku ada alat negara yang digunakan dan biasa mengikuti kegiatannya. Tak hanya itu, dirinya juga pernah di SMS oleh SBY ketika berbincang dengan Bambang Soesatyo.
"Pernah dengan Saan saya ngopi-ngopi dengan Bambang Soesatyo. Dikirim SMS pula (oleh SBY) agar tidak usah ketemu Bamsoet, karena bisa jadi fitnah," tulisnya
Dirinya juga menjelaskan, ketika berada di Bali yang bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat beberapa sepeda motor mengikutinya, bahkan ketika bersilaturahmi di rumah Gede Pasek Suardika terlihat beberapa motor parkir di depan rumah tersebut.
Dalam akun twitter pribadinya di @anasurbaningrum, mantan Ketua Umum PB HMI ini menilai wajar jika SBY mengetahui segala keseluruhan mengenai dirinya seperti yang dituliskan dalam sesi wawancara di sebuah tabloid.
Dikatakan Anas melalui twitter-nya bahwa ada alat negara yang digunakan untuk mengetahui segala aktifitasnya, meski Ia tidak menunjuk secara langsung siapa orang yang dimaksud.
Mengomentari hal itu, Sekertaris Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu membantah jika ada alat negara yang biasa membututi pria berkacamata itu, termasuk dari intelijen.
"Nggak ada intel, saya memang membaca wawancara itu, tapi tidak dalam pengertian semua anggota DPR, Fraksi atau para menteri itu dipantau dalam pengertian positif iya," ungkap Khatibul kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013).
Menurut dia, tak heran jika SBY banyak mengetahui mengenai Anas, ini karena anggota DPR dan anggota pengurus harian kerap diminta untuk membuat laporan setiap tiga bulan dan itu hal yang biasa dilakukan, sejak 2009.
"Saya kira mengada-mengada dan itu tidak benar dan belum tentu benar pernyataan (Anas di twitter)," sanggahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa SMS SBY kepada Anas bukan bagian dari pemantauan dan dirinya pun pernah mendapatkan hal serupa.
"Saya juga pernah di SMS oleh ketua harian dan pengurus-pengurus di tingkat elit, itu biasa ya. Itu bagian dari mekanisme partai untuk memantau anggotanya kerja atau tidak. Intel itu kan untuk kepentingan bangsa. Bukan pribadi," terangnya.
Seperti diketahui, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau melalui twitternya mengenai jawaban dari wawancara SBY dalam tabloid tersebut.
Dalam tulisannya, Anas memberi hastag (tanda pagar) #hanyaalinea yang berkesinambungan dengan janjinya ketika mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketum Partai Demokrat.
Beberapa tulisannya Ia mengaku ada alat negara yang digunakan dan biasa mengikuti kegiatannya. Tak hanya itu, dirinya juga pernah di SMS oleh SBY ketika berbincang dengan Bambang Soesatyo.
"Pernah dengan Saan saya ngopi-ngopi dengan Bambang Soesatyo. Dikirim SMS pula (oleh SBY) agar tidak usah ketemu Bamsoet, karena bisa jadi fitnah," tulisnya
Dirinya juga menjelaskan, ketika berada di Bali yang bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat beberapa sepeda motor mengikutinya, bahkan ketika bersilaturahmi di rumah Gede Pasek Suardika terlihat beberapa motor parkir di depan rumah tersebut.
(kri)