Usai diperiksa KPK, Elda emoh ngomong
Kamis, 11 April 2013 - 15:52 WIB
Usai diperiksa KPK, Elda emoh ngomong
A
A
A
Sindonews.com - Direktur PT Radina Niaga Mulia, Elda Devianne Adiningrat merampungkan pemeriksaan selama hampir lima jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua Asosiasi Benih Indonesia itu, untuk kesekian kalinya masih diperiksa terkait dengan kasus penyuapan pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Usai diperiksa, wanita berambut panjang itu pun masih setia untuk tidak berbicara banyak dan cenderung melempar senyum saat ditanya awak media. Dia pun hanya menjawab seadanya mengenai pemeriksaannya hari ini.
“Sedikit. Sedikit saja. Konfirmasi soal yang kemarin,“ singkat Elda sesaat sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2013).
Elda pun lantas segera langsung meninggalkan wartawan, sambil masuk ke dalam mobil Xenia Deluxe berwarna putih, dengan pelat nomor B 369 WNM.
Maria Elizabeth dan Elda Devianne, kerap disebut memiliki peran penting dalam kasus ini. Keduanya dikabarkan pernah melakukan pertemuan dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaq dan Mentan Suswono di Medan, sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Dari informasi dihimpun, pertemuan mereka memang untuk membahas kuota impor daging sapi. Tiga dari empat oknum tersebut, mengakui pertemuan itu. Namun, mereka membantah pertemuan dilakukan untuk memuluskan PT Indoguna mendapatkan jatah impor daging sesuai pesanannya.
Sementara dalam perkara, KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI, Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi sebagai tersangka. Luthfi dan Ahmad diduga sebagai penerima suap. Sementara Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi diduga berperan sebagai pemberi suap.
Ketua Asosiasi Benih Indonesia itu, untuk kesekian kalinya masih diperiksa terkait dengan kasus penyuapan pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Usai diperiksa, wanita berambut panjang itu pun masih setia untuk tidak berbicara banyak dan cenderung melempar senyum saat ditanya awak media. Dia pun hanya menjawab seadanya mengenai pemeriksaannya hari ini.
“Sedikit. Sedikit saja. Konfirmasi soal yang kemarin,“ singkat Elda sesaat sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2013).
Elda pun lantas segera langsung meninggalkan wartawan, sambil masuk ke dalam mobil Xenia Deluxe berwarna putih, dengan pelat nomor B 369 WNM.
Maria Elizabeth dan Elda Devianne, kerap disebut memiliki peran penting dalam kasus ini. Keduanya dikabarkan pernah melakukan pertemuan dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaq dan Mentan Suswono di Medan, sebelum operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Dari informasi dihimpun, pertemuan mereka memang untuk membahas kuota impor daging sapi. Tiga dari empat oknum tersebut, mengakui pertemuan itu. Namun, mereka membantah pertemuan dilakukan untuk memuluskan PT Indoguna mendapatkan jatah impor daging sesuai pesanannya.
Sementara dalam perkara, KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI, Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi sebagai tersangka. Luthfi dan Ahmad diduga sebagai penerima suap. Sementara Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi diduga berperan sebagai pemberi suap.
(maf)