Dikritik, SBY niat mundur dari Ketua Wanbin Demokrat
Rabu, 10 April 2013 - 12:47 WIB
Dikritik, SBY niat mundur dari Ketua Wanbin Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Sekretatis Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik membenarkan ada niatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mundur dari jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin) dan Ketua Dewan Kehormatan Demokrat.
"Ada pikiran itu memang iya," kata Jero yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2013).
Kendati demikian, kata dia, kalau saat ini SBY belum mundur dari posisi Ketua Wanbin dan Ketua Dewan Kehormatan Demokrat. Menurutnya, SBY berkeinginan dua jabatan tersebut tidak dipegang olehnya secara langsung.
"Sehingga beliau hanya dua saja, Ketua Majelis Tinggi dan Ketum (Ketua Umum Demokrat)," kata dia.
Pada kesempatan itu dia mengatakan, niat SBY untuk melepas beberapa jabatannya di internal partai agar tidak terlalu banya merangkap jabatan. Karena, sejak SBY memegang banyak jabatan, kerap kali kritikan datang kepadanya. "Biar eggak terlalu banyak jabatan," tandasnya.
Dia juga menambahkan, pengganti SBY nanti akan dibahas oleh Majelis Tinggi, namun sampai sekarang belum diketahui siapa yang akan menjadi ketua Wanbin Demokrat dan Dewan Kehormatan Demokrat.
Jero mengaku, pihaknya sudah memprediksi sejak SBY menjadi Ketum akan dikritik oleh berbagai pihak, apalagi SBY juga menjabat sebagai presiden.
"Sebelum ada kritikan sudah kita perkirakan pasti akan dikritik. Begitu jadi Ketum sudah dikritik," pungkasnya.
"Ada pikiran itu memang iya," kata Jero yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2013).
Kendati demikian, kata dia, kalau saat ini SBY belum mundur dari posisi Ketua Wanbin dan Ketua Dewan Kehormatan Demokrat. Menurutnya, SBY berkeinginan dua jabatan tersebut tidak dipegang olehnya secara langsung.
"Sehingga beliau hanya dua saja, Ketua Majelis Tinggi dan Ketum (Ketua Umum Demokrat)," kata dia.
Pada kesempatan itu dia mengatakan, niat SBY untuk melepas beberapa jabatannya di internal partai agar tidak terlalu banya merangkap jabatan. Karena, sejak SBY memegang banyak jabatan, kerap kali kritikan datang kepadanya. "Biar eggak terlalu banyak jabatan," tandasnya.
Dia juga menambahkan, pengganti SBY nanti akan dibahas oleh Majelis Tinggi, namun sampai sekarang belum diketahui siapa yang akan menjadi ketua Wanbin Demokrat dan Dewan Kehormatan Demokrat.
Jero mengaku, pihaknya sudah memprediksi sejak SBY menjadi Ketum akan dikritik oleh berbagai pihak, apalagi SBY juga menjabat sebagai presiden.
"Sebelum ada kritikan sudah kita perkirakan pasti akan dikritik. Begitu jadi Ketum sudah dikritik," pungkasnya.
(mhd)