Lagu lama, pemenang konvensi Demokrat berpotensi digembosi
Rabu, 10 April 2013 - 09:34 WIB
Lagu lama, pemenang konvensi Demokrat berpotensi digembosi
A
A
A
Sindonews.com - Sistem konvensi pemilihan calon presiden (Capres) Partai Demokrat yang dilontarkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sebagai wacana lama. Sebelumnya, sistem konvensi itu sudah pernah di jalankan oleh Partai Golkar tahun 2003.
"Terkait dengan konvensi, sebenarnya ini kan lagu lama yang diputar ulang. Mungkin publik masih ingat bagaimana Wiranto digembosi oleh internal Partai Golkar saat menang dalam konvensi memilih capres partai beringin," ujar Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi kepada Sindonews, Rabu (10/4/2013).
Menurutnya, dengan menggulirkan wacana konvensi Partai Demokrat ingin menguji seberapa populis dan seberapa kuat jaringan suara yang dimiliki kadernya saat maju ikut dalam konvensi.
"Analisis saya siapapun pemenang dari konvensi tersebut akan diperlakukan tidak layak dengan menggembosi pada saat Pilpres 2014 dengan dalih bukan kader yang memiliki kaki kuat di tingkat massa," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewacanakan akan melakukan pemilihan calon presiden (Capres) lewat sistem konvensi.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin menyambut baik usulan konvensi tersebut, dalam menjaring capres dan calon wakil presiden (Cawapres) untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Menurutnya, ketika partai lain keukeuh mencalonkan orang yang sebenarnya belum mempunyai prestasi jelas, Demokrat membuka jalan bagi tokoh potensial supaya muncul dalam Pilres 2014.
"Justru Demokrat mencoba melakukan pencerahan melalui konvensi," ujar Didi melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa 9 April 2013.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat) ini menambahkan, konvensi memiliki keunggulan, yakni memberikan kesempatan bagi tokoh lainnya yang tak memiliki kendaraan politik.
"Demokrat akan menawarkan dengan cara terbuka. Terbuka bukan saja dalam proses penjaringan dan pemilihan, tetapi juga terbuka dalam arti kandidat presiden dan cawapres bisa juga dari luar partai," pungkasnya.
"Terkait dengan konvensi, sebenarnya ini kan lagu lama yang diputar ulang. Mungkin publik masih ingat bagaimana Wiranto digembosi oleh internal Partai Golkar saat menang dalam konvensi memilih capres partai beringin," ujar Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi kepada Sindonews, Rabu (10/4/2013).
Menurutnya, dengan menggulirkan wacana konvensi Partai Demokrat ingin menguji seberapa populis dan seberapa kuat jaringan suara yang dimiliki kadernya saat maju ikut dalam konvensi.
"Analisis saya siapapun pemenang dari konvensi tersebut akan diperlakukan tidak layak dengan menggembosi pada saat Pilpres 2014 dengan dalih bukan kader yang memiliki kaki kuat di tingkat massa," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewacanakan akan melakukan pemilihan calon presiden (Capres) lewat sistem konvensi.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, Didi Irawadi Syamsudin menyambut baik usulan konvensi tersebut, dalam menjaring capres dan calon wakil presiden (Cawapres) untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Menurutnya, ketika partai lain keukeuh mencalonkan orang yang sebenarnya belum mempunyai prestasi jelas, Demokrat membuka jalan bagi tokoh potensial supaya muncul dalam Pilres 2014.
"Justru Demokrat mencoba melakukan pencerahan melalui konvensi," ujar Didi melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa 9 April 2013.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat) ini menambahkan, konvensi memiliki keunggulan, yakni memberikan kesempatan bagi tokoh lainnya yang tak memiliki kendaraan politik.
"Demokrat akan menawarkan dengan cara terbuka. Terbuka bukan saja dalam proses penjaringan dan pemilihan, tetapi juga terbuka dalam arti kandidat presiden dan cawapres bisa juga dari luar partai," pungkasnya.
(kri)