Rekrut ulama tak jadi jaminan elektabilitas Demokrat terangkat
Rabu, 10 April 2013 - 08:04 WIB
Rekrut ulama tak jadi jaminan elektabilitas Demokrat terangkat
A
A
A
Sindonews.com - Selain putri KH Abdurrahman Wahid, Zanuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid dikabarkan banyak ulama segera ikut bergabung ke Partai Demokrat. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendongkrak elektabilitas partai yang terpuruk akibat banyaknya kader yang terseret kasus korupsi
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Profesor Iberamsjah menilai, bergabungnya ulama para ulama ke partai berlambang mercy ini tak menjadi jaminan akan ada peningkatan elektabilitas.
"Bergabungnya ulama tidak membawa pengaruh signifikan mengangkat elektabilitas Demokrat yang sudah terpuruk. Enggak ngaruhlah itu. Ulama itu mudah berubah arahnya. Sekarang bisa ke Demokrat, besok-besok bisa ke Golkar," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (9/4/2013) malam.
"Hati-hati dengan ulama sekarang, ada bensin dia jalan. Bukan ulama yang fanatik pada satu partai. Ulama sekarang itu pragmatis. Yang penting ada dokunya," sambungnya.
Ia menambahkan, kehadiran para ulama bisa menjadi salah satu cara memperbaiki citra partai yang terjun bebas karena diterpa berbagai masalah. Meski membawa pengaruh positif, namun hasilnya dipandang tak signifikan.
"Ulama masuk paling masuk 1000 orang, belum tentu massanya juga ikutan. 1000 ulama mah enggak ada artinya. Pengaruh ada tapi tidak signifikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengaku sudah mendengar Yenny Wahid akan bergabung ke Demokrat. Bahkan, kabarnya putri kedua Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu sudah masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Demokrat.
"Saya dengar demikian (masuk DCS), dia bawa rombongan. Seorang Yenny tokoh nasional yang mumpuni, kan bagus sekali. Insya Allah Partai Demokrat diperhitungkan, dan besar," harap Sutan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 8 April 2013.
Sutan mengatakan, bergabungnya Yenny diyakini bisa mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat yang saat ini terus melorot. Tak hanya Yenny, Sutan mengklaim sejumlah tokoh lainnya juga akan bergabung ke partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Nanti makin banyak lagi tokoh ulama yang gabung, nanti akan konferensi pers," pungkasnya.
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Profesor Iberamsjah menilai, bergabungnya ulama para ulama ke partai berlambang mercy ini tak menjadi jaminan akan ada peningkatan elektabilitas.
"Bergabungnya ulama tidak membawa pengaruh signifikan mengangkat elektabilitas Demokrat yang sudah terpuruk. Enggak ngaruhlah itu. Ulama itu mudah berubah arahnya. Sekarang bisa ke Demokrat, besok-besok bisa ke Golkar," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (9/4/2013) malam.
"Hati-hati dengan ulama sekarang, ada bensin dia jalan. Bukan ulama yang fanatik pada satu partai. Ulama sekarang itu pragmatis. Yang penting ada dokunya," sambungnya.
Ia menambahkan, kehadiran para ulama bisa menjadi salah satu cara memperbaiki citra partai yang terjun bebas karena diterpa berbagai masalah. Meski membawa pengaruh positif, namun hasilnya dipandang tak signifikan.
"Ulama masuk paling masuk 1000 orang, belum tentu massanya juga ikutan. 1000 ulama mah enggak ada artinya. Pengaruh ada tapi tidak signifikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengaku sudah mendengar Yenny Wahid akan bergabung ke Demokrat. Bahkan, kabarnya putri kedua Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu sudah masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Demokrat.
"Saya dengar demikian (masuk DCS), dia bawa rombongan. Seorang Yenny tokoh nasional yang mumpuni, kan bagus sekali. Insya Allah Partai Demokrat diperhitungkan, dan besar," harap Sutan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 8 April 2013.
Sutan mengatakan, bergabungnya Yenny diyakini bisa mendongkrak elektabilitas Partai Demokrat yang saat ini terus melorot. Tak hanya Yenny, Sutan mengklaim sejumlah tokoh lainnya juga akan bergabung ke partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Nanti makin banyak lagi tokoh ulama yang gabung, nanti akan konferensi pers," pungkasnya.
(kri)