20 persen anak Indonesia alami kelainan mata

Senin, 08 April 2013 - 14:22 WIB
20 persen anak Indonesia...
20 persen anak Indonesia alami kelainan mata
A A A
Sindonews.com - Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) mencatat sebanyak 20 persen anak-anak Indonesia mengalami gangguan atau kelainan mata. Karena itu, banyak anak Indonesia yang harus memakai kacamata di usia dini.

Guru Besar dan Aktifis Kesehatan Mata dari Perdami Profesor Nila Djuwita Farid Moeloek, SpM mengatakan sebanyak 20 persen anak Indonesia sudah mengalami gangguan atau kelainan pada matanya. Hal itu ditambah karena akibat dampak kemajuan teknologi, gadget, game online, yang mempengaruhi mata anak-anak.

Ia mengatakan, sesudah usia 6 tahun terdapat perubahan bentuk mata. Jika terdapat gangguan maka dapat dikoreksi dengan kacamata.

"Sampai usia 40 tahun pun perlu kacamata buat membaca. Mata penting sekali, anak-anak sampai dewasa muda, perlu kaca mata untuk membaca dan melihat. Dengan kita banyak membaca dan melihat, mata berperan penting," ungkapnya dalam acara Pemeriksaan Mata Gratis bersama Alfamart, Lenteng Agung, Senin (08/04/2013).

Berbagai hal penyebab kelainan mata diantaranya untuk di usia dini berbagai macam. Menurut Nila, penyebabnya mulai dari infeksi, keturunan, kecelakaan, cancer, dan regenerasi.

"Bisa kena infeksi. Kalau sampai becanda juga bisa kecelakaan, misalnya tertusuk tusuk sate bisa kecelakaan kecolok mata. Kecelakaan cukup tinggi," jelasnya.

Ia menegaskan, orang tua harus bisa menjelaskan kepada anaknya bahwa mata merupakan alat vital yang paling penting. Anak-anak perlu hidup sehat dan memperoleh pendidikan yang baik.

"Tak bisa mengurangi minus. Wortel itu memang mengandung banyak vitamin, intinya 20 persen anak Indonesia umumnya punya kelainan mata," paparnya.

Sementara itu, salah satu langkah nyata dunia usaha untuk peduli dengan kesehatan mata, yakni Alfamart menggandeng Perdami untuk memberikan kacamata gratis kepada siswa SD. Sebanyak 200 murid SDN 09 dan 10 Tanjung Barat Jakarta Selatan menjalani pemeriksaan mata gratis oleh dokter spesialis mata.

Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan untuk mencapai target pemberian 7 ribu kacamata, dibutuhkan 20 ribu anak untuk diperiksa. Hal itu merupakan bagian Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Mereka diperiksa secara detail dan jika hasilnya mereka harus memakai kacamata, maka kami akan berikan kacamata secara gratis," ungkapnya.

Sementara itu salah satu siswa kelas 1 SDN Tanjung Barat 10, Afif mengaku matanya minus 1,5. Ia pun sudah menggemari game online dan komik.

"Sudah pakai kacamata sejak masuk kelas 1 SD, suka baca komik sambil tiduran," tuturnya sambil tertawa.
(kri)
Berita Terkait
PAUD Bantu Stimulasi...
PAUD Bantu Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Asah Kreativitas di...
Asah Kreativitas di Tengah Pandemi dengan Lomba Media Kreasi
Polri Ajak Masyarakat...
Polri Ajak Masyarakat Tanamkan Citra Positif Polisi ke Anak-anak
Riset Profesor Universitas...
Riset Profesor Universitas Helsinki: Pentingnya Mendidik Resiliensi pada Anak Berdasarkan Kepedulian
Studi Tanoto dan School...
Studi Tanoto dan School of Parenting Ungkap Permasalahan Pengasuhan Anak Usia Dini
Pembelajaran STEAM Efektif...
Pembelajaran STEAM Efektif Kembangkan Kompetensi Anak sejak Usia Dini
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved