Komisi III pertanyakan motto 'berani jujur hebat' KPK
Kamis, 04 April 2013 - 07:32 WIB
Komisi III pertanyakan motto 'berani jujur hebat' KPK
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika menilai, ada modifikasi keputusan untuk menyelamatkan Abraham Samad sebagai Ketua KPK. Menurutnya, telah terjadi upaya degradasi peran sebagai pelaku pembocoran dari Abraham Samad ke Wiwin Suwandi.
"Nah, kalau posisi ini tetap terjadi sulit sebenarnya posisi KPK. Semakin runyam karena dia tumpul ke dalam, dia hanya garang ke luar. Dia tidak bisa membersihkan dirinya. Itu yang pertama," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (3/4/2013) malam.
Yang kedua, lanjut Pasek, masyarakat perlu mempertanyakan motto KPK yakni 'berani jujur hebat'. Sebab, dalam kenyataannya pimpinan KPK tidak menerapkan motto yang didengung-dengungkan kepada masyarakat terhadap dirinya.
"Runtuh sudah motto KPK pada hari Korupsi yang lalu 'berani jujur hebat'. Karena ternyata, 'berani jujur hebat' itu tidak berlaku bagi Ketua KPK. Abraham Samad tidak berani secara jujur menyerahkan blackberry-nya, menyerahkan apa yang dibutuhkan oleh Komite Etik," tandasnya.
Menurutnya, motto KPK 'berani jujur hebat' sudah kehilangan rohnya dan maknanya karena hanya berlaku kepada orang lain tidak bagi internal KPK.
"Ini sungguh memalukan. Saya kasian dengan komisioner yang lain, saya kasian dengan penyelidik, penyidik dan seluruh staf KPK yang berjuang selama ini menjaga marwah KPK dengan baik," ucapnya.
Bahkan, politikus Demokrat ini menilai Abraham Samad mencoba melindungi dirinya dengan melemparkan isu ada pihak yang coba mengkudeta dirinya sebagai Ketua KPK. Sebagai seorang pemimpin gerakan pemberantasan korupsi, sikap itu dipandang sangat tidak ksatria.
"Malah dia membuat gerakan-gerakan kaya politikus. Ada isu kudetalah, isu kudeta lagi menarik Abraham ikut-ikutan penggalangan opini. Tindakan itu kan kaya politikus," tegasnya.
"Nah, kalau posisi ini tetap terjadi sulit sebenarnya posisi KPK. Semakin runyam karena dia tumpul ke dalam, dia hanya garang ke luar. Dia tidak bisa membersihkan dirinya. Itu yang pertama," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (3/4/2013) malam.
Yang kedua, lanjut Pasek, masyarakat perlu mempertanyakan motto KPK yakni 'berani jujur hebat'. Sebab, dalam kenyataannya pimpinan KPK tidak menerapkan motto yang didengung-dengungkan kepada masyarakat terhadap dirinya.
"Runtuh sudah motto KPK pada hari Korupsi yang lalu 'berani jujur hebat'. Karena ternyata, 'berani jujur hebat' itu tidak berlaku bagi Ketua KPK. Abraham Samad tidak berani secara jujur menyerahkan blackberry-nya, menyerahkan apa yang dibutuhkan oleh Komite Etik," tandasnya.
Menurutnya, motto KPK 'berani jujur hebat' sudah kehilangan rohnya dan maknanya karena hanya berlaku kepada orang lain tidak bagi internal KPK.
"Ini sungguh memalukan. Saya kasian dengan komisioner yang lain, saya kasian dengan penyelidik, penyidik dan seluruh staf KPK yang berjuang selama ini menjaga marwah KPK dengan baik," ucapnya.
Bahkan, politikus Demokrat ini menilai Abraham Samad mencoba melindungi dirinya dengan melemparkan isu ada pihak yang coba mengkudeta dirinya sebagai Ketua KPK. Sebagai seorang pemimpin gerakan pemberantasan korupsi, sikap itu dipandang sangat tidak ksatria.
"Malah dia membuat gerakan-gerakan kaya politikus. Ada isu kudetalah, isu kudeta lagi menarik Abraham ikut-ikutan penggalangan opini. Tindakan itu kan kaya politikus," tegasnya.
(kri)