Naikkan pamor Demokrat, SBY harus buka sarang koruptor
Jum'at, 29 Maret 2013 - 19:24 WIB
Naikkan pamor Demokrat, SBY harus buka sarang koruptor
A
A
A
Sindonews.com - Permasalahan yang terjadi di Partai Demokrat, bukan bersumber pada partainya. Melainkan masalah itu muncul karena ulah dari kader Demokrat itu sendiri yang tersangkut masalah korupsi.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Menurutnya elektabilitas Demokrat anjlok, tak terkait dengan jadi atau tidaknya Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi Ketua Umum (Ketum) Demokrat.
Karena itu menurut Siti, jika SBY mau Partai Demokrat kembali mendapat kepercayaan publik. Maka, SBY harus bisa menjadi pelopor di partainya, membuka mafia koruptor yang melibatkan kader Demokrat.
"Jadi SBY harus meyakinkan bahwa Demokrat tak dihuni oleh kader korup," ujar Siti Zuhro saat dihubungi Sindonews, Jumat (29/3/2013).
Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) baru mengeluarkan hasil surveinya terkait dengan calon Ketua Umum partau Demokrat (Ketum PD). Dari hasil survei itu menyatakan, masyarakat tidak mengharapkan Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Ketum Demokrat.
"Mayoritas publik tidak menyetujui Presiden SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Publik menilai Presiden SBY tidak konsisten," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran resminya yang diterima Sindonews.
Dia menjelaskan, SBY sering memerintahkan menterinya yang berasal dari partai politik (Parpol) agar tetap fokus pada tugasnya di kementeriannya masing-masing, daripada mengutamakan tugas parpol. Namun SBY sendiri yang mengkhianati ucapannya tersebut.
"Publik mengharapkan SBY sepenuhnya mencurahkan waktu untuk mengurus tugas-tugas negara dan pemerintahan," tandasnya.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro. Menurutnya elektabilitas Demokrat anjlok, tak terkait dengan jadi atau tidaknya Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi Ketua Umum (Ketum) Demokrat.
Karena itu menurut Siti, jika SBY mau Partai Demokrat kembali mendapat kepercayaan publik. Maka, SBY harus bisa menjadi pelopor di partainya, membuka mafia koruptor yang melibatkan kader Demokrat.
"Jadi SBY harus meyakinkan bahwa Demokrat tak dihuni oleh kader korup," ujar Siti Zuhro saat dihubungi Sindonews, Jumat (29/3/2013).
Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) baru mengeluarkan hasil surveinya terkait dengan calon Ketua Umum partau Demokrat (Ketum PD). Dari hasil survei itu menyatakan, masyarakat tidak mengharapkan Ketua Majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Ketum Demokrat.
"Mayoritas publik tidak menyetujui Presiden SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Publik menilai Presiden SBY tidak konsisten," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam siaran resminya yang diterima Sindonews.
Dia menjelaskan, SBY sering memerintahkan menterinya yang berasal dari partai politik (Parpol) agar tetap fokus pada tugasnya di kementeriannya masing-masing, daripada mengutamakan tugas parpol. Namun SBY sendiri yang mengkhianati ucapannya tersebut.
"Publik mengharapkan SBY sepenuhnya mencurahkan waktu untuk mengurus tugas-tugas negara dan pemerintahan," tandasnya.
(maf)