Mahasiswa tak perlu gusar soal UKT
Jum'at, 29 Maret 2013 - 17:24 WIB
Mahasiswa tak perlu gusar soal UKT
A
A
A
Sindonews.com - Munculnya kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga saat ini belum menunjukkan bakal dilaksanakan aturan baru tersebut. Pasalnya, kebijakan itu masih mendapat pertentangan dari kalangan mahasiswa.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab menyampaikan, mahasiswa tidak perlu gusar dengan aturan baru ini.
Menurutnya, lewat Bantuan Operasional Perguruan Pendidikan Tinggi (BOPTN), kemungkinan nominal biaya pendidikan yang dibayarkan tiap tahun akan lebih murah.
"Namun jika mahasiswa masih keberatan dengan UKT, kami siap kembali pada konsep pembiayaan semula daripada terjadi perdebatan yang panjang," kata Rohmat kepada wartawan, di Yogyakarta, Jumat (29/3/2013).
Sebelumnya, aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), perwakilan dari mahasiswa UNY ini melakukan aksi di rektorat untuk mempertanyakan kejelasan UKT.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) UNY, Wahyudi Iman Satria menyampaikan, aliansi tersebut memang bagian dari UNY, tetapi bukan perwakilan dari BEM KM.
"Kami beberapa hari lalu memang rapat bersama, dari diskusi tersebut, teman-teman aliansi sepakat melakukan aksi. Sedang kami (BEM KM UNY) memilih untuk melakukan audiensi dulu. Tetapi tujuan kami sama, mempertanyakan masalah di UNY. Termasuk masalah UKT," jelasnya saat dihubungi wartawan.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab menyampaikan, mahasiswa tidak perlu gusar dengan aturan baru ini.
Menurutnya, lewat Bantuan Operasional Perguruan Pendidikan Tinggi (BOPTN), kemungkinan nominal biaya pendidikan yang dibayarkan tiap tahun akan lebih murah.
"Namun jika mahasiswa masih keberatan dengan UKT, kami siap kembali pada konsep pembiayaan semula daripada terjadi perdebatan yang panjang," kata Rohmat kepada wartawan, di Yogyakarta, Jumat (29/3/2013).
Sebelumnya, aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), perwakilan dari mahasiswa UNY ini melakukan aksi di rektorat untuk mempertanyakan kejelasan UKT.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) UNY, Wahyudi Iman Satria menyampaikan, aliansi tersebut memang bagian dari UNY, tetapi bukan perwakilan dari BEM KM.
"Kami beberapa hari lalu memang rapat bersama, dari diskusi tersebut, teman-teman aliansi sepakat melakukan aksi. Sedang kami (BEM KM UNY) memilih untuk melakukan audiensi dulu. Tetapi tujuan kami sama, mempertanyakan masalah di UNY. Termasuk masalah UKT," jelasnya saat dihubungi wartawan.
(maf)