IPW prihatin dalam 5 bulan 3 polisi bunuh diri
Senin, 27 Mei 2013 - 16:42 WIB
IPW prihatin dalam 5 bulan 3 polisi bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com - Indonesian Police Watch (IPW) menilai, kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri menjadi sebuah peristiwa yang sangat memprihatinkan. Sebab, dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan.
"Sepanjang tahun 2013 ini saja, yakni selama 5 bulan, sudah ada tiga polisi yang tewas bunuh diri. Semuanya polisi jajaran bawah," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Senin (27/5/2013).
Ia menuturkan, kasus bunuh diri terakhir dilakukan Bripka Jeremmy Manurung (31) di rumahnya di Jakarta Timur pada 24 Mei 2013. Sebelumnya, 23 Januari 2013 Briptu Andre Hutabarat tewas gantung diri di rumah orang tuanya di Medan.
Setelah itu 17 Januari 2013 Aiptu Joko Subandi (48) tewas setelah menembak kepalanya sendiri sebanyak dua kali di rumah istri mudanya di Magelang, Jateng.
IPW menduga, sebagian besar kasus bunuh diri terjadi akibat persoalan rumah tangga. Dari kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri ini terlihat betapa beratnya beban psikologis seorang polisi jajaran bawah.
"Tekanan tugas di lapangan cukup berat. Kadang harus 24 jam berada di lapangan. Dalam kondisi seperti ini tak jarang mereka harus memenuhi ambisi atau obsesi atasan, dengan target-target yang cukup berat, yang jika tidak terpenuhi terkadang membuat mereka dikucilkan," tandasnya.
"Sepanjang tahun 2013 ini saja, yakni selama 5 bulan, sudah ada tiga polisi yang tewas bunuh diri. Semuanya polisi jajaran bawah," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Senin (27/5/2013).
Ia menuturkan, kasus bunuh diri terakhir dilakukan Bripka Jeremmy Manurung (31) di rumahnya di Jakarta Timur pada 24 Mei 2013. Sebelumnya, 23 Januari 2013 Briptu Andre Hutabarat tewas gantung diri di rumah orang tuanya di Medan.
Setelah itu 17 Januari 2013 Aiptu Joko Subandi (48) tewas setelah menembak kepalanya sendiri sebanyak dua kali di rumah istri mudanya di Magelang, Jateng.
IPW menduga, sebagian besar kasus bunuh diri terjadi akibat persoalan rumah tangga. Dari kasus bunuh diri yang dilakukan anggota Polri ini terlihat betapa beratnya beban psikologis seorang polisi jajaran bawah.
"Tekanan tugas di lapangan cukup berat. Kadang harus 24 jam berada di lapangan. Dalam kondisi seperti ini tak jarang mereka harus memenuhi ambisi atau obsesi atasan, dengan target-target yang cukup berat, yang jika tidak terpenuhi terkadang membuat mereka dikucilkan," tandasnya.
(kri)